Analis Market (05/01/2021) : IHSG di Perkirakan Bergerak Mixed Menguat Pada Kisaran 6060 -6144
EmitenNews.com- Perdagangan hari ke-2 di Bursa Efek Infonesia (BEI) pada awal tahun 2021, Anilis Sucor Sekutitas Indra Tedja Kusuma mengatakan IHSG akan bergerak mixed menguat pada kisaran 6060 -6144 seiring penguatan yang terjadi pada perdagangan kemarin dan sentimen global serta vaksinasi covid-19. Kemarin IHSG bergerak berfluktuasi (sempat minus 50 poin) dan di tutup plus 126 poin atau 2,104% pada 6105, di pimpin oleh saham semua sektor terutama tambang, perkebunan, infrastruktur, aneka industri di tengah-tengah penguatan indek bursa Asia, pelemahan indek bursa Eropa, rasa optimis vaksinasi, data manufaktur dan inflasi Indonesia lebih baik dari konsensus, perpanjangan PSBB Transisi dan penguatan IDR/USD (13895). Hari ini secara teknikal Sucor Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed menguat pada kisaran 6060 -6144 dengan pertimbangan : muncul candle Bullish Engulfing, C=H, ST Mov Avg (Consol / Consol) dan Penguatan indek kemarin di ikuti dengan peningkatan volume. Kemarin indek bursa Eropa STOXX 600 di tutup menguat 0,7%, di pimpin oleh saham sektor tambang di tengah – tengah harapan pemulihan ekonomi menyusul rampungnya kesepakatan Brexit dan program vaksinasi COVID-19. Kemarin indek bursa Wall Street di tutup melemah lebih dari 1%, di pimpin oleh saham sektor real estat, utiliti,manufaktur di tengah – tengah ketidakpastian hasil pilpres di Georgia dan peningkatan jumlah kasus baru COVID-19. Pagi ini indek bursa Asia di buka melemah di tengah – tengah ketidakpastian pemungutan suara Senat di Georgia yang mana mungkin berdampak besar terhadap kebijakan ekonomi Presiden Joe Biden.
Related News
Di Balik Angka Laba Cimory di Tahun 2025 Part 2, Ini Strategi Salesnya
Cerita Di Balik Angka Laba Cimory di Tahun 2025 Part 1
Program Susu Sekolah MBG jadi Katalisator Ultrajaya Tekan Biaya Iklan
Efek Hormuz dan Prospek Fiskal, Bagaimana Nasib Market Ke Depan?
Transparansi 1 Persen - Titik Buta Pengawasan Pasar: Studi Kasus TPIA
Memaknai Rating Outlook Negatif Fitch dan Moody's untuk Indonesia





