EmitenNews.com- Riset harian Sucor sekuritas Indra Tedja Kusuma menyampaikan, kemarin IHSG bergerak berfluktuasi (sempat plus 75 poin pada awal sesi 1 ; minus 30 poin) dan di tutup minus 16 poin atau 0,25% pada 6414, di warnai dengan pelemahan saham sektor keuangan, tambang, barang konsumsi, properti dan penguatan saham sektor perkebunan, aneka industri, infrastruktur, perdagangan di tengah-tengah penguatan indek bursa global, harapan stimulus yang lebih besar dari pemerintahan Joe Biden mampu memacu laju pertumbuhan ekonomi, penguatan IDR/USD (14000) dan perpanjangan PPKM hingga 8/2/2021. Hari ini secara teknikal kami perkirakan IHSG bergerak mixed pada kisaran 6317 – 6472 dengan pertimbangan : indikator Stochastic Oscillator (turun/83), ST Mov Avg (Consol / Bullish) dan Pelemahan indek kemarin di ikuti dengan penurunan volume. Kemarin indek bursa Eropa STOXX 600 berfluktuasi (sempat plus 0,8%) namun di tutup tidak banyak berubah di tengah – tengah penurunan harga minyak mentah dan peringatan dari ECB bahwa peningkatan jumlah kasus COVID-19 bisa menghambat proses oemulihan ekonomi. Kemarin indek bursa Wall Street berfluktuasi dan di tutup mixed menguat hingga 0,5% dengan indek S&P500, NASDAQ mencetak rekor penutupan baru, di warnai dengan penguatan saham sektor teknologi, jasa komunikasi, barang kebutuhan sekunder dan pelemahan saham sektor energi di tengah – tengah rasa optimis paket stimulus coronavirus di bawah pemerintahan Joe Biden, penurunan harga minyak mentah dan kekhawatiran ekonomi kehilangan lapangan kerja untuk bulan kedua secara berturut-turut di bulan Januari. Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 bisa lebih rendah dari perkiraan semula, yaitu -1% hingga 2%. Namun, Gubernur BI menunjukkan sejumlah indicator menunjukkan perbaikan yang terus berlangsung, contohnya adalah indicator PMI, consumer confidence dan retail sales.