Ancaman Intervensi BOJ Bayangi Penguatan Yen
:
0
Mata uang Jepang, Yen, bergerak menguat mendekati level 157 per dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari Senin (21/9). Foto: Magnific
EmitenNews.com - Mata uang Jepang, Yen, bergerak menguat mendekati level 157 per dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari Senin. Penguatan ini terjadi setelah Yen sempat merosot lebih dari 2% pada pekan lalu, di tengah volume perdagangan yang menipis akibat libur nasional tiga hari di Jepang.
Kondisi likuiditas pasar yang tipis selama periode liburan membuat para pedagang tetap waspada terhadap potensi intervensi mata uang oleh pemerintah Jepang. Otoritas moneter di Tokyo tercatat pernah memanfaatkan momentum pasar yang sepi untuk melakukan intervensi guna menahan pelemahan nilai tukar.
Trading Economics melaporkan kekhawatiran pelaku pasar makin meningkat menyusul laporan bahwa Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) telah melakukan pengecekan suku bunga (rate check) bersama para pelaku pasar pada Jumat malam. Langkah tersebut kerap dipandang sebagai sinyal awal sebelum otoritas melakukan tindakan intervensi langsung di pasar valuta asing.
Sebelumnya, Yen mengalami tekanan tajam setelah BOJ memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan dalam langkah yang telah diantisipasi pasar, meski dua anggota pembuat kebijakan menyatakan penolakan terhadap keputusan tersebut.
Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa bank sentral tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga acuan secara bertahap. "BOJ tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga dan menyesuaikan tingkat akomodasi moneter sebagai respons terhadap perubahan kondisi ekonomi," kata Kazuo Ueda, sembari menambahkan bahwa kondisi moneter yang akomodatif diperkirakan akan tetap dipertahankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain faktor domestik, pergerakan Yen masih tertekan oleh ekspektasi pasar bahwa siklus kenaikan suku bunga BOJ akan berjalan lebih lambat dibandingkan dengan laju pengetatan moneter Federal Reserve di Amerika Serikat.
Sebagai salah satu mitra dagang utama dan sumber investasi terbesar, volatilitas Yen dapat mempengaruhi biaya impor barang modal asal Jepang, neraca pembayaran, serta penyesuaian nilai utang luar negeri Indonesia yang berdenominasi Yen.(*)
Related News
Minyak Turun, Emas Pertahankan Posisi di Atas USD4.350
Pertemuan Trump-Xi Jinping Bayangi Saham AS
Sinyal Diplomasi AS-Iran Tahan Harga Minyak di USD100
Kolaborasi Pertamina-Eni, Perkuat Eksplorasi Migas Berbasis Teknologi
Restitusi Pajak Capai Rp191,82T, DJP Ungkap Terbesar Pajak Penghasilan
Menkeu Baru Ungkap, Belanja Negara Rp1.791 Triliun, Naik 29 Persen





