EmitenNews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) meninggalkan level psikologis 6.000 setelah anjlok 2,81 persen ke level 5.909,198 hari ini (26/04). Nilai tukar Rupiah turun menjadi 13.930 per dolar Amerika Serikat (USD). Jika IHSG turun 2,81 persen, kumpulan 45 saham paling likuid dalam indeks LQ45 lebih parah lagi. Turun sebesar 3,57 persen ke level 943,29 hari ini. Nilai kapitalisasi pasar saham turun menjadi Rp6.566 triliun. Tidak ada satu pun di antara 10 indeks saham sektoral di dalam IHSG yang mampu menguat hari ini. Semua ditutup di zona merah. Indeks saham sektor tambang paling parah. Ambruk 3,46 persen hari ini. Nilai transaksi perdagangan saham hari ini cukup tinggi mencapai Rp10,144 triliun dengan frekuensi 437.073 kali. Didominasi aksi jual tentu saja. Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp1,305 triliun hari ini sehingga secara year to date penjualan bersih investor asing (foreign net sell) sebesar Rp32,956 triliun. Dengan hasil hari ini maka secara year to date atau sejak awal tahun sampai hari ini IHSG minus 7,02 persen. Indeks LQ45 turun 12,61 persen. Di antara bursa unggulan di Asia, IHSG turun paling tajam. Indeks Composite Shanghai turun 1,38 persen hari ini. Indeks Hang Seng turun 1,06 persen. Sebaliknya indeks Nikkei225 naik 0,47 persen hari ini dan indeks Straits Times di Singapura naik tipis 0,06 persen.
Related News
Misteri Mesin Uang Pulau Obi, Mengapa Laba NCKL Tumbuh Tak Wajar?
Di Balik Rekor ANTM, Ada Lubang Hitam dan Tantangan Valuasi Mengintai?
MIDI dan Amputasi Lawson, Mengapa Buang Aset Justru Pertebal Kantong?
Dilema Sang Raja Retail, Menelisik Retakan di Balik Dominasi Alfamart
Mesin Uang Pakuwon, PWON Stabil karena Sewa atau Nilai Kurs?
Adu Raksasa Properti, Mengapa Laba CTRA Melesat Saat BSDE Tertekan?





