EmitenNews.com - Levoca Enterprise terus mengurangi porsi kepemilikan saham Bakrie & Brothers (BNBR). Itu dilakukan dengan melepas 3,77 miliar eksemplar. Transaksi divestasi saham emiten di bawah bendera Bakrie Group tersebut telah dipatenkan pada 23 September 2026.

Transaksi divestasi terjadi dengan harga pelaksanaan Rp71 per saham. Nah, menyusul skema harga jual tersebut, Levoca mengantongi dana taktis senilai Rp267,92 miliar. Sebagai konsekuensi dari transaksi itu, timbunan saham BNBR dalam genggaman Levoca menciut.

Tepatnya, tersisa menjadi 20,12 miliar eksemplar setara dengan porsi 7,64 persen. Menyusut sekitar 1,44 persen dari sebelum transaksi dengan koleksi 23,89 miliar saham atau 9,08 persen. Di sisi lain, sepanjang perdagangan kemerin, saham BNBR susuri zona merah.

Bertengger di kisaran Rp75. Itu setelah menukik 7,41 persen setara 6 poin dari hari sebelumnya. Sejak awal 2026, saham BNBR terpangkas 30,89 persen alias 33,53 poin dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp108. BNBR dipersenjatai dengan nilai kapitalisasi pasar Rp19,75 triliun dengan price earning rasio 71,69 kali.

Transaksi Levoca itu diklaim sebagai divestasi biasa, namun aksi tersebut diduga berhubungan kuat dengan rencana Bursa Efek Indonesia menghapus batas harga bawah menjadi Rp1 dari semula Rp50.

Perubahan itu, diatur dalam dua SK Direksi BEI yaitu SK nomor Kep-00136/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

Lalu, SK Direksi BEI Nomor Kep-000137/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-O tentang Perdagangan Unit Penyertaan Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di Bursa.

Menyusul keputusan itu, akan berdampak pada sejumlah saham selama ini terpaku di harga gocap. Setidaknya, 94 emiten beredar di kisaran Rp1-50. Itu terdiri dari 48 emiten dengan harga di bawah Rp50, dan 46 emiten di level Rp50. (*)