EmitenNews.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengucurkan biaya Rp134,39 miliar untuk kegiatan eksplorasi emas, nikel, dan bauksit hingga 30 September 2026. Eksplorasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Kalimantan Barat.

Corporate Secretary ANTM Wisnu Danandi Haryanto dalam keterbukaan informasi Jumat (9/10/2026) menjelaskan, eksplorasi emas berfokus di Pongkor, Jawa Barat. Kegiatan mencakup pengeboran permukaan dan bawah tanah, pemetaan geologi, pengambilan sampel batuan dan inti bor, serta analisis laboratorium untuk mendukung evaluasi potensi mineralisasi.

Untuk komoditas nikel, kegiatan eksplorasi berlangsung di Konawe Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, serta Marimoi, Lililef Sawai, dan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) anak usaha PT Sumberdaya Arindo (PT SDA) di Buli, Maluku Utara.

Aktivitas di sejumlah wilayah tersebut meliputi pengeboran, pemetaan geologi dan laterit, pengambilan sampel, analisis kimia, hingga survei geofisika. Namun, beberapa lokasi masih menghadapi tahapan persiapan dan perizinan.

Di wilayah IUP PT SDA, misalnya, kegiatan hingga akhir September difokuskan pada penyelesaian perizinan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk eksplorasi. Sementara itu, eksplorasi di Lililef Sawai masih dalam tahap persiapan sembari memenuhi perizinan PPKH dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Adapun eksplorasi bauksit dilakukan di Tayan dan Landak, Kalimantan Barat. Kegiatan mencakup pengeboran, pemetaan geologi, pengambilan dan pencucian sampel, serta analisis laboratorium dan pengolahan data eksplorasi.

ANTM melalui Unit Geomin menjalankan eksplorasi mineral secara terintegrasi, mulai dari survei area, eksplorasi geologi dan geofisika, pengeboran, pengujian fisik dan kimia, hingga perhitungan sumber daya dan cadangan mineral.

Perseroan menyatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan kecukupan potensi sumber daya dan cadangan mineral strategis untuk mendukung keberlanjutan usaha.