Asing Akumulasi, IPOT Sodorkan Saham Paling Seksi Pekan ini
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu bertengger di level 6.007. Itu setelah menguat 7,38 persen usai pekan sebelumnya pada 5 Juni 2026 sempat melemah 8,69 persen. Awal pekan lalu, IHSG sempat terjungkal, namun berhasil di tutup di zona hijau dengan dipengaruhi banyak faktor, baik global maupun domestik.
”Faktor global ada rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) naik menjadi 4,2 perssen yoy pada Mei 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya 3,8 persen yoy, dan menjadi level tertinggi sejak April 2023,” tegas Imam Gunadi, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas.
Kenaikan inflasi terutama didorong oleh lonjakan harga energi akibat konflik melibatkan Iran turut mendorong kenaikan harga bahan bakar, dan biaya transportasi. “Meski inflasi lebih tinggi berpotensi membatasi ruang pemangkasan suku bunga oleh The Fed, pasar relatif merespons data tersebut secara positif,” ucapnya.
Selanjutnya ada sentimen revisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh World Bank. Dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2026, World Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 2,5 persen, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya 2,6 persen. Revisi itu, didorong lompatan risiko geopolitik di Timur Tengah, namun kondisi terkini AS dan Iran tengah membahas rancangan kesepakatan damai.
Itu mencakup pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran, dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran menjadi salah satu titik vital perdagangan energi dunia. “Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan minyak global yang sebelumnya sempat mendorong lonjakan harga energi,” tandas Imam.
Selain sentimen global, ada pula sentimen domestik. Di mana, Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 turun menjadi USD144,9 miliar dari bulan sebelumnya USD146,2 miliar. Meski menurun, posisi cadangan devisa masih tergolong kuat karena setara dengan 5,6 bulan impor (atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri), yang berarti masih jauh di atas standar kecukupan internasional tiga bulan impor.
Selain itu, Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) 25 basis points (bps) menjadi 5,50 persen dalam rapat di luar jadwal pada 9 Juni 2026. Langkah agresif itu, diambil sebagai respons langsung untuk meredam tekanan eksternal yang memicu pelemahan nilai tukar Rupiah. Sentimen domestik lain datang dari Danantara yang mengklarifikasi mengenai implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Danantara menegaskan DSI tidak akan berperan sebagai trading house ataupun mengambil margin perdagangan. Klarifikasi Danantara itu, berhasil meredakan kekhawatiran para pelaku pasar yang sebelumnya mencemaskan potensi gangguan pada arus kas, kontrak jangka panjang, dan volume ekspor komoditas utama Indonesia. Dengan berkurangnya ketidakpastian regulasi itu, sentimen pasar terhadap saham-saham sektor komoditas, dan emiten berorientasi ekspor kini cenderung bergerak membaik dan kembali kondusif.
Nah, dari sisi sektoral, data Gaikindo menunjukkan tren positif pada penjualan mobil nasional per Mei 2026 mencapai 69.219 unit atau tumbuh 14 persen yoy, menandai pertumbuhan dua bulan berturut-turut. Secara kumulatif, penjualan mobil sepanjang lima bulan pertama tahun 2026 juga meningkat 12,8 persen yoy menjadi 359.015 unit. Sebaliknya, sektor ritel justru mencatat kinerja berbeda. Di mana, penjualan ritel pada April 2026 mengalami kontraksi 3,7 persen yoy, berbalik arah dari bulan sebelumnya dengan pertumbuhan 3,4 persen yoy.
Menariknya, akhir pekan kemarin juga asing sudah mulai kembali mencatatkan pembelian Rp287,4 miliar, namun angka tersebut tentu tidak dapat atau tidak bisa mewakili apakah kedepan IHSG akan rebound atau asing akan mulai mencatatkan pembelian secara konsisten.
Related News
Awali Pekan Semringah, IHSG Dibuka Ngebut 1,85 Persen
Dana Asing Mulai Cicil Masuk, IPOT Jagokan TPIA, MNCN, dan MAPI
AS-Iran Damai, IHSG Lanjutkan Tren Positif
Konflik AS-Iran Mereda, Analis Sebut Data Ini Juga Perlu Diwaspadai
AS-Iran Sudahi Perang, Market Bergairah
IHSG Hari Ini (15/6) Gimana? Pantau Saham HMSP hingga UNVR





