EmitenNews.com - Seiring ditutupnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona merah pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Investor asing terpantau membukukan net foreign sell sebesar Rp1,60 triliun di seluruh pasar, sementara di pasar reguler mencapai Rp1,89 triliun.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG terperosot 76,159 poin atau terkoreksi 1,23 persen ke level 6.130,190. Meski demikian, selama perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.286,872.

Sebanyak 241 saham menguat, 447 saham melemah, dan 133 lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 24,882 miliar saham dan nilai turnover sebesar Rp18,098 triliun dari 1,96 juta kali transaksi.

Saham-saham yang mengalami tekanan datang dari milik emiten milik Harry Tanoe hingga emiten yang baru menggelar IPO beberapa bulan lalu. Saham PT MNC Digital Entertainment (MSIN) memimpin daftar top losers setelah anjlok 14,98 persen ke level Rp420 per saham. Penurunan MSIN diikuti oleh PT Intermedia Capital (MDIA) yang terkoreksi 14,55 persen ke level Rp94.

Kemudian, emiten pertama yang menggelar IPO di 2026, saham PT BSA Logistics Indonesia (WBSA) juga turun tajam sebesar 13,16 persen ke posisi Rp660. Sementara itu, PT Bukit Uluwatu Villa (BUVA) melemah 12,23 persen menjadi Rp610, meski masih mencatatkan net foreign buy sebesar Rp14,6 miliar.

Tekanan jual turut terjadi pada saham PT Ingria Pratama Capitalindo (GRIA) yang turun 10,90 persen ke level Rp139 dan PT Vale Indonesia (INCO) yang melemah 10,68 persen ke posisi Rp4.890 per saham.

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru berhasil mencatatkan penguatan signifikan. Saham PT Magna Investama Mandiri (MGNA) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 34,09 persen ke level Rp118 per saham.

Selain itu, saham PT Nusantara Almazia (NZIA) menguat 18,10 persen ke posisi Rp137, diikuti PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) yang naik 12,96 persen menjadi Rp1.700 per saham.

Saham PT Barito Renewables Energy (BREN) juga masuk jajaran penguat dengan kenaikan 10,92 persen ke level Rp2.640. Penguatan BREN terjadi di tengah tingginya aktivitas transaksi senilai Rp536,5 miliar, meski masih dibayangi aksi jual asing sebesar Rp191,6 miliar.

Kemudian, saham PT Singaraja Putra (SINI) naik 9,78 persen ke level Rp11.225 dan PT Wira Global Solusi (WGSH) menguat 9,52 persen menjadi Rp115 per saham. (*)