Asing Terus Jualan, IHSG Kembali Tertekan
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup menguat. Itu seiring penguatan saham produsen chip berlanjut, dan aksi window dressing periode enam bulan tahun ini. Beberapa emiten chip besar mencatat penguatan cukup signifikan.
Di antaranya Nvidia 2,6 persen, Advanced Micro Devices 7,7 persen, dan Intel 6,0 persen. Penguatan itu, sekaligus membuat VanEck Semiconductor ETF (SMH) melejit 3,78 persen alias 82 persen year to date. Paruh pertama tahun ini, berkat kenaikan saham sektor teknologi, Nasdaq melesat 12 persen.
Lalu, S&P 500 melambung 9,6 persen, dan Dow Jones melesat 8,9 persen. Indeks Russell 2000 berisi saham-saham dengan kapitalisasi kecil juga mencatat kinerja sangat positif medio tahun ini dengan lompatan sebesar 22 persen, dan menjadi yang terbaik sejak tahun 1991.
Penguatan indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Aksi jual investor asing berlanjut, koreksi sebagian besar harga komoditas, dan depresiasi rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah.
Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 1 Juli 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 5.485-5.330, dan resistance 5.800-5.960. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Charoen (CPIN), Indofood CBP (ICBP), Unilver (UNVR), HM Sampoerna (HMSP), Cimory (CMRY), dan Astra Agro (AALI). (*)
Related News
Digitalisasi, BTN Garap Ekosistem Keuangan Pemkab Pakpak Bharat
Daftar Top Losers Sepekan, BACH Masuk Nominasi Lagi
Jajaran Top Gainers Sepekan, Yanaprima (YPAS) Posisi Wahid
IHSG Terkoreksi 0,12 Persen Sepekan, LQ45 hingga IDX80 Kompak Merah
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I





