ASSA Pacu Ekspansi Empat Bidang Usaha Baru, Andalkan Modal Sendiri
:
0
Kantor Adi Sarana berdiri menantang langit. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Emiten jasa transportasi dan logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), bersiap melakukan ekspansi besar di bidang teknologi logistik. Perseroan berencana meluncurkan layanan Transportation Management System (TMS) guna memperkuat ekosistem digital mereka yang sudah ada.
Langkah ini ditandai dengan rencana penambahan empat bidang usaha baru (KBLI) yang mencakup pemrograman komputer, penerbitan perangkat lunak, konsultasi IoT, hingga jasa komunikasi data.
Berdasarkan laporan studi kelayakan yang dirilis KJPP Ruky, Safrudin & Rekan, rencana ekspansi ini dinyatakan layak secara finansial maupun operasional. Beberapa poin kunci dari laporan tersebut di antaranya, dari seluruh investasi sebesar Rp5,12 miliar akan diambil dari dana internal perusahaan, tanpa memerlukan pinjaman eksternal.
Dalam laporan itu juga disebut, proyek ini diprediksi memiliki Internal Rate of Return (IRR) sebesar 41,93 persen, jauh melampaui biaya modal yang hanya sekitar 10,22 persen, dengan investasi diperkirakan mencapai titik impas (break even point) dalam waktu 4 tahun 8 bulan.
ASSA mengklaim integrasi teknologi menjadi kunci utama. Di mana sistem TMS ini akan langsung terhubung dengan layanan Warehouse Management System (WMS) milik ASSA. Tujuannya adalah memberikan efisiensi maksimal bagi pelanggan di berbagai sektor, mulai dari FMCG, ritel, hingga pertambangan.
"Perseroan memiliki kelayakan yang kuat didukung oleh pertumbuhan sektor logistik nasional dan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap digitalisasi," tulis laporan tersebut.
Selain memperluas lini bisnis, ASSA berharap aksi tersebut memberikan nilai tambah (NPV positif sebesar Rp12,62 miliar) bagi para pemegang saham. Dengan basis pelanggan yang sudah luas, ASSA optimis layanan teknologi ini akan cepat diserap oleh pasar.
Pada perdagangan intraday Jumat (8/5/2026), saham ASSA terpantau melemah 1,86 persen atau turun 15 poin ke level Rp790.
Related News
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?
PART Mau Gelar Rights Issue dan Buyback, Simak Rinciannya!





