EmitenNews.com - PT Astra International Tbk (ASII) mengemas pendapatan bersih sebesar Rp157,9 triliun pada semester I 2026, turun 3,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp162,85 triliun. Alhasil, laba bersih tercatat sebesar Rp17,15 triliun, terkoreksi 13,95% dibandingkan laba periode sebelumnya yang mencapai Rp19,93 triliun.

Penurunan kinerja ini terjadi di tengah penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2,00% menjadi Rp125,46 triliun, dibanding sebelumnya sebesar Rp128,02 triliun. Seiring dengan penurunan laba bersih, laba per saham ASII ikut terpangkas 18,28% menjadi Rp313 per saham dari sebelumnya Rp383 per saham.

Meski demikian, ASII membukukan peningkatan aset sebesar 1,61% menjadi Rp514,51 triliun pada semester I 2026 dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp506,36 triliun. Di sisi penyokongnya, liabilitas perseroan meningkat 3,75% menjadi Rp224,67 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp216,55 triliun. Sementara itu, ekuitas tercatat turun tipis 0,33% menjadi Rp289,84 triliun dari sebelumnya Rp290,81 triliun.

Hingga akhir semester I 2026, pos kas dan setara kas akhir periode ASII berada di angka Rp45,15 triliun, menurun 14,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,10 triliun.

Pada penutupan perdagangan Kamis (30/7), saham ASII ditutup melemah 0,12% atau turun 10 poin ke level Rp4.950. ***