EmitenNews.com - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menunjukkan tajinya dalam ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Salah satunya, AUTO memproduksi EV Charger dengan merek ALTRO yang kini mulai dipasarkan untuk segmen retail.

Direktur AUTO, Sophie Handili mengatakan produksi ALTRO menjadi satu dari beberapa upaya perseroan memperluas basi pelanggan, terutama dalam rangka memenuhi permintaan komponen kepada pelanggan Original Equipment Manufacture (OEM).

Dengan upaya tersebut, AUTO mengemas pendapatan bersih dari segmen manufaktur Astra Otoparts mencapai Rp5,6 triliun pada semester I 2026, tumbuh 11,6% dibandingkan Rp5,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan komponen dari pelanggan OEM, sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (25/9).

Lalu dari segmen perdagangan, AUTO membukukan pendapatan sebesar Rp5,3 triliun pada semester I 2026, meningkat 15,1% dibandingkan Rp4,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Sophie, pertumbuhan itu didorong oleh permintaan aftermarket domestik yang tetap kuat, yang didukung oleh jaringan distribusi dan ritel Perseroan, serta kontribusi ekspor.

Hingga semester I 2026, Perseroan didukung oleh jaringan distribusi yang luas melalui 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Untuk semakin mendekatkan layanan kepada pelanggan, Perseroan juga terus memperluas jaringan ritel modern hingga total gerai yang dioperasikan Perseroan hingga kini telah mencapai 667 gerai.

“Untuk eskpor, produk aftermarket kami saat ini telah dipasarkan ke lebih dari 50 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan,” tutur Sophie.

Di samping itu, AUTO juga mengembangkan Astra Otoshop sebagai platform omnichannel terintegrasi guna menangkap peluang di era digital.

“Perseroan juga mengembangkan platform www.astraotoshop.com yang mengintegrasikan layanan online dan offline (O2O), sehingga pelanggan dapat melakukan pembelian produk secara daring sekaligus memperoleh layanan pemasangan produk di jaringan ritel Perseroan,” tambahnya.