EmitenNews.com - Indeks Wall Street akhir pekan lalu ditutup mixed. Indeks Dow Jones terkoreksi akibat lonjakan U.S. 10-year Bond Yield lebih dari 5 bps ke level 5,006 persen. Yield US-Treasury berbalik menguat karena ekspektasi kebijakan the Fed masih akan hawkish hingga tahun depan.

Bank of Japan menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 1,25 persen, merupakan level tertinggi sejak April 1995. Harga minyak berlanjut melemah. Di mana, minyak WTI ditutup turun 1,6 persen menjadi USD100 per barel, dan minyak Brent ditutup melemah 0,9 persen menjadi USD103 per barel.

Di sisi lain, harga emas di pasar spot berlanjut menguat 0,3 persen menjadi USD4.352 per troy oz, didorong koreksi harga minyak meski penguatan dolar Amerika Serikat (USD) membatasi kenaikan harga emas. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Greenland dan Denmark untuk memperluas kehadiran militer AS di Greenland namun tidak mengambil alih wilayah itu.

Konflik Timur Tengah berpotensi masih akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks bursa saham global, terutama melalui harga minyak, ekspektasi inflasi, dan kenaikan suku bunga. Investor akan mencermati komentar sejumlah pejabat the Fed mengenai prospek kebijakan moneter selanjutnya.

Selain itu, perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi di AS pada 23-25 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,33 persen menjadi 6.441 akhir pekan lalu. Investor akan menanti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

Selain itu, juga akan rilis data pertumbuhan kredit diperkirakan tumbuh 15 persen YoY edisi Agustus 2026 dari periode Juli 2026 di level 13,58 persen YoY. Secara teknikal, IHSG diramal konsolidasi pada kisaran 6.400-6.550. Jika IHSG breakdown 6.400, berpotensi menguji level 6.300-6.350.

Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Aneka Tambang alias Antam (ANTM), Merdeka Gold Resources (EMAS), Merdeka Copper Gold (MDKA), Merdeka Battery (MBMA), Siloam Hospitals (SILO), dan Chandra Asri (TPIA). (*)