Balik Arah, IHSG Uji Level 7.645

Seseorang berjalan melintas dengan latar layar menampilkan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat setelah mengalami tekanan. Sepanjang hari ini, Kamis, 3 Oktober 2024, IHSG akan mengorbit level support 7.500, dan area resistance level 7.645.
Market global akan merespons rilis data Initial Jobless Claims Amerika Serikat diprediksi naik tipis menjadi 220 ribu. Meski sedikit koreksi, data itu diharap memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, dapat mendorong aliran dana masuk ke aset-aset berisiko seperti saham.
Selain itu, data PMI Final Jerman, Euro Area, dan Inggris juga diharap memberi sinyal stabilisasi ekonomi, meredakan kekhawatiran investor terkait prospek pertumbuhan global. Dengan sentimen positif potensi pelonggaran suku bunga, dan data ekonomi lebih stabil, IHSG berpeluang bergerak lebih kuat.
Menilik data dan fakta itu, StocKnow.id menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Antara lain yaitu Medco Energi (MEDC) Rp1.400-1.380 per saham dengan take profit di posisi Rp1.470-1.550 per eksemplar, dan stop loss di kisaran Rp1.380 per lembar.
Aneka Tambang atau Antam (ANTM) Rp1.535 per saham dengan take profit Rp1.600-1.676 per eksemplar, dan stop loss Rp1.500 per helai. Merdeka Gold (MDKA) Rp2.730 per lembar dengan take profit Rp2.900-3.080 per saham, dan stop loss Rp2.630 per eksemplar.
Mengakhiri perdagangan Rabu, 2 Oktober 2024, IHSG susut 78,8 poin alias 1,03 persen menjadi 7.563. total volume perdagangan 13,2 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,0 triliun. Sementara itu, asing mencatat net buy Rp684 miliar. (*)
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker