IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Balik Untung di Semester I-2022, Bos Nusantara Pelabuhan (PORT) Ungkap Strateginya

18/08/2022, 16:40 WIB

Balik Untung di Semester I-2022, Bos  Nusantara Pelabuhan  (PORT) Ungkap Strateginya

EmitenNews.com - PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT), emiten yang berfokus pada bisnis operator terminal petikemas serta pengadaan dan pemeliharaan alat-alat pelabuhan, pada semester 1 ini melanjutkan pembalikan situasi dari rugi komprehensif menjadi laba komprehensif yang sudah dimulai sejak Kuartal I-2022.

 

Pada periode Januari-Juni 2022 ini, PORT mencatatkan laba komprehensif Rp12,24 miliar, berbalik dari menderita rugi komprehensif sebesar Rp10,77 miliar pada periode yang sama tahun 2021. Di sisi pendapatan, Perseroan juga berhasil meraih pertumbuhan 5% menjadi Rp552,40 miliar dari Rp524,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

"Pencapaian hingga semester 1 ini sungguh patut disyukuri. Namun demikian, kami tidak boleh lengah sama sekali karena tantangan ke depan masih tidak mudah mengingat konflik RusiaUkraina yang berkepanjangan diikuti kenaikan harga bahan bakar minyak serta inflasi tinggi yang mulai menghantui," kata Direktur Utama PORT, Paul Krisnadi dalam keterangan resmi Kamis (18/8).

 

Menurut Paul Krisnadi, perang Rusia Ukraina sendiri tidak memiliki dampak langsung terhadap kegiatan bongkar muat peti kemas. Volume pergerakan peti kemas internasional tumbuh 7% di enam bulan pertama dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 1,5% di lima bulan pertama. Akan tetapi inflasi, harga minyak dan pergerakan kurs memiliki dampak terhadap naiknya biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu, Perseroan berkonsentrasi pada upaya-upaya efisiensi untuk menekan biaya operasional.

 

Perseroan melihat upaya untuk menjaga kinerja supaya tetap positif hingga akhir tahun masih akan menghadapi tantangan, mengingat kenaikan inflasi yang akan menghambat laju belanja masyarakat. Pada akhirnya, hal itu diperkirakan akan membuat kenaikan kegiatan ekonomi nasional paska pandemi akan sedikit melemah di semester kedua tahun ini.




Author: K M