EmitenNews.com - Emiten perbankan grup Lippo PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) menyampaikan telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Desember 2022 dan memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 3.217.697.525 saham atau 69,915% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.
Mario Satrio Corporate Secretar Bank NOBU dalam keterangan resmi Kamis (22/12) mengemukakan, RUPSLB menyetujui rencana perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas dalam rangka Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD II) alias right issue.
RUPSLB juga telah menyetujui rencana inbreng sehubungan dengan PMHMETD II apabila terdapat sisa saham yang tidak diambil oleh Pemegang HMETD, maka sisa saham dimaksud akan diambil oleh PT Star Pacific Tbk dalam kapasitasnya selaku Pembeli Siaga pada PMHMETD II Perseroan, dan menyetujui sisa saham yang diambil bagian oleh Pembeli Siaga penyetorannya dilakukan dengan cara pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng) atas Aset Gedung Graha Lippo, Jl. Boulevard Diponegoro No. 101, Lippo Village, Kelapa Dua, Tangerang, Banten milik Pembeli Siaga akan tetapi untuk jumlah/nilai yang seimbang (proporsional) dengan nilai/harga sisa saham yang diambil bagian oleh Pembeli Siaga.
Sebelumnya Bank Nationalnobu (NOBU) dalam prospektus akan right issue maksimal 681.819.174 helai alias 681,81 juta lembar. Saham baru setara 12,90 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh dibalut nilai nominal Rp100 per lembar.
PT Putera Mulia Indonesia (PMI) berdasar surat pernyataan pada 8 Desember 2022, akan melaksanakan sebagian HMETD maksimal senilai Rp35 miliar atau setara 59.121.621 saham, dan PMI tidak mengalihkan sisa HMETD kepada pihak lain. Pemegang saham pengendali terakhir PMI, James Tjahaja Riady dengan kepemilikan 99,99 persen.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





