EmitenNews.com - Bantuan pangan pemerintah periode kuartal IV tahun 2026 segera dijalankan per Oktober 2026. Pemerintah telah menyiapkan bantuan pangan untuk 33.244.408 keluarga penerima manfaat, dengan besaran 10 kilogram untuk tiga bulan pada kuartal terakhir tahun ini. Anggaran untuk bantuan pangan tersebut sebesar Rp17,5 triliun.

“Segera dieksekusi bantuan pangan, yang saat ini sedang berjalan,” kata Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Bantuan pangan untuk 33.244.408 keluarga penerima manfaat, dengan besaran 10 kilogram itu, akan diserahkan satu kali untuk bulan Oktober dan Desember. Penerima manfaat merupakan masyarakat yang masuk dalam golongan desil 1 hingga 4.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan pangan tersebut kurang lebih sebesar Rp17,5 triliun.

Pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga tetap dijalankan sebagai upaya untuk menjaga keterjangkauan harga pangan masyarakat. Beras SPHP dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram, dengan tambahan alokasi satu juta ton hingga Maret 2027.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok beras nasional masih mencukupi untuk mendukung penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram selama tiga bulan.

“Stok kami di Bulog, sekarang ada 4,5 juta ton. Untuk kebutuhan 33,2 juta penerima manfaat, selama tiga bulan, itu masih di bawah 1 juta ton. Jadi, kalau pun nanti harus diserahkan yang tiga bulan tersebut, stok kami masih ada 3 juta ton lebih,” kata Rizal.

Sebelumnya Perum Bulog mengumumkan puncak stok beras pada 2026 mencapai 5,4 juta ton. Ini menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Bagusnya, serapan beras sudah mencapai 4,09 juta ton per 6 Oktober 2026, sudah melampaui target 4 juta ton yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, pada tahun ini, kami laporkan puncaknya stok Bulog itu adalah 5,4 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam sesi diskusi bertajuk “Kemandirian Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa”, Kamis (8/10/2026).

Stok beras tersebut menjadi langkah antisipasi Bulog untuk menghadapi kondisi iklim, seperti fenomena El Nino, dan krisis iklim lainnya. Rizal memastikan, stok tersebut juga harus sampai dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote.