EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terkena trading halt sesaat setelah pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (16/10/2026). Pasar akan kembali dibuka pukul 10.28 WIB.

IHSG anjlok 8,01% menyusul pengumuman konsultasi MSCI terkait klasifikasi pasar Indonesia yang terancam ke Standalone Market (Pasar Karantina).

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG ambles 469,856 poin ke level 5.393,924. Volume perdagangan tercatat 5,360 miliar saham dengan nilai transaksi Rp905,152 miliar dan frekuensi 105.728 kali. Hanya 14 saham menguat, 595 saham melemah, dan 33 saham stagnan.

Tekanan terjadi merata di seluruh sektor. Data IDX pukul 09.00 WIB menunjukkan semua indeks sektoral kompak memerah. IDXINFRA menjadi pemberat terdalam -11,57%, disusul IDXBASIC -10,72%, IDXENERGY -9,90%, IDXCYCLIC -9,17%, IDXINDUST -8,35%, LQ45 -8,33% ke 540,95.

Deretan Big Caps Junam ARB

Tekanan jual terpusat di saham-saham big caps dengan nilai transaksi terbesar dan mayoritas menyentuh Auto Reject Bawah (ARB).

Berdasarkan data movers Top Value, BMRI memimpin transaksi Rp180,60 miliar, anjlok -14,82% ke Rp3.390 atau ARB. BBRI Rp159,25 miliar, ambruk -14,84% ke Rp2.640 (ARB). GOTO Rp79,83 miliar turun -14,81% ke Rp23 (ARB). TLKM Rp56,95 miliar turun -14,80% ke Rp1.900 (ARB).

Lainnya seperti, BUMI, EMAS -14,94% ke Rp6.550 (ARB), DSSA -14,88% ke Rp715 (ARB), TINS -14,87% ke Rp3.550 (ARB), TPIA -14,84% ke Rp1.205 (ARB), PTBA -14,95% ke Rp2.730 (ARB), hingga CUAN -14,29% ke Rp540 (ARB). Hanya KLBF yang lolos dari ARB dengan -11,39% ke Rp700.

Koreksi tajam ini terjadi sehari setelah MSCI mengumumkan pada Kamis (15/10/2026) memulai konsultasi untuk menurunkan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.