EmitenNews.com- Perusahan perdagangan dan jasa, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada 24 Maret 2021 telah menandatangani fasilitas perbankan dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch.
Merujukpada keterangan tertulis BYAN pada laman BEI, Kamis (25/3/2021) disebutkan, Perseroan telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Yang Diubah dan Dinyatakan Kembali yang pada pokoknya merupakan perpanjangan atas fasilitas perbankan yang telah diberikan sebelumnya pada tanggal 21 Maret 2018 dan 29 Maret 2019 oleh Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch dan perubahan beberapa syarat dan ketentuan tertentu, tulis Dato Low Tuck Kwong, Direktur Utama BYAN.
Ketentuan yang dimaksud yakni pengurangan fasilitas revolving loan menjadi senilai USD75 juta dimana sebelumnya senilai USD100 juta dan pengurangan fasilitas bank garansi menjadi senilai USD20 juta dimana sebelumnya sebesar USD30 juta.
Perpanjangan Fasilitas Perbankan tersebut diperpanjang selama 3 tahun hingga tanggal 19 Maret 2024.
Adapun tujuan penggunaan fasilitas ini adalah untuk membiayai kebutuhan operasional dan modal kerja Perseroan dan anak usahanya serta pemenuhan kebutuhan penerbitan bank garansi guna menunjang kegiatan operasional Perseroan dan anak usahanya.
Fasilitas Perbankan ini dijamin oleh jaminan perusahaan yang diberikan oleh PT Bara Tabang, yang merupakan anak usaha dari Perseroan.
Perseroan dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch tidak memiliki hubungan afiliasi.
Dengan tersedianya Fasilitas Perbankan tersebut maka Perseroan akan tetap memiliki kemampuan lebih baik untuk melakukan alokasi dana untuk kegiatan operasional dan belanja modal bagi Perseroan dan anak usahanya.
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





