EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bersiap melunasi rangkaian surat utang yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat dengan total nilai mencapai Rp3,25 triliun pada kuartal IV-2026.

Berdasarkan data Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang dirilis di Jakarta, Selasa (6/10), efek utang yang akan jatuh tempo tersebut terdiri dari tiga instrumen surat berharga dengan peringkat tertinggi di kelasnya.

Instrumen terdekat yang akan jatuh tempo yakni Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2023 Seri C berperingkat idAAA senilai Rp500,0 miliar, yang akan jatuh tempo pada 17 Oktober 2026.

Selanjutnya, Surat Berharga Komersial (SBK) Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri D dengan peringkat idA1+ senilai Rp403,8 miliar akan jatuh tempo pada 29 November 2026. Instrumen ketiga adalah Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2016 Seri E berperingkat idAAA senilai Rp2.350,0 miliar, yang jatuh tempo pada 1 Desember 2026.

Manajemen bank berencana melunasi seluruh kewajiban surat utang yang jatuh tempo tersebut dengan menggunakan sumber dana internal perseroan.

Kesiapan likuiditas perseroan ditopang oleh posisi kas dan setara kas serta penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang tercatat sekitar Rp193,4 triliun per akhir Juni 2026.

Kesiapan pelunasan kewajiban surat utang oleh emiten perbankan BUMN berkode saham BBRI ini memberikan kepastian bagi para investor. Dukungan likuiditas internal yang kuat menegaskan stabilitas fundamental keuangan perbankan dalam negeri di tengah dinamika pasar keuangan nasional.(*)