BEI Akhirnya Setop 5 Saham Terbang Ratusan Persen
:
0
Langit-langit Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjatuhkan suspensi sementara perdagangan saham lima emiten pada Jumat (29/8). Kelima saham tersebut adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), PT Link Net Tbk. (LINK), PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM), serta PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK).
Sebelum disuspensi saham milik haji Isam atau JARR tercatat sempat naik hingga 63,24% di Rp1665 melanjutkan tren kenaikan selama sebulan yakni, sudah 281,88% dari Rp436 menjadi Rp1665 pada penutupan Kamis (28/8).
Kemudian, saham LINK, anak usaha EXCL yang dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan pesat 119,83% dari Rp1.715 menjadi selevel Rp3.770.
Lalu, saham NINE sebulan ke belakang kenaikannya ditaksir telah mencapai 236,96% hingga level Rp310 dari harga sebelumnya Rp92.
Selanjutnya, saham SMKM yang sudah melesat 42,42% di rp141 selama seminggu terakhir. SMKN melanjutkan kenaikan 182% sejak harga gocap Rp50 pada (25/3/2025) hingga kemarin Kamis (28/8) di Rp141.
Sementara itu, saham STRK melenggang 90,1% dalam sebulan terakhir, melanjutkan tren kenaikannya sejak bangkit dari harga gocap Rp50 pada (15/5) hingga kemarin Kamis (28/8) bertengger di Rp192 dengan torehan kenaikan sebesar 284%.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangannya Kamis (28/8), menjelaskan bahwa, “Suspensi kelima saham tersebut dilakukan dalam rangka cooling down serta sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” ujarnya.
Dengan demikian, investor memiliki waktu lebih untuk menelaah kembali informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





