BEI Kulik Investor Strategis, Ini Pembelaan BCAP
Gedung MNC Group berdiri tegak di kawasan Kebon Sirih, Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menginterogasi manajemen MNC Kapital (BCAP). Itu sehubungan dengan posisi dua investor strategis perseroan yaitu Jalan Pantai Limited, dan UOB Kay Hian (Hong Kong). Jalan Pantai mengempi 9,15 persen, dan OUB Kay Hian mengantongi 6,53 persen saham emiten di bawah bendera MNC Group tersebut.
Kedua pemegang saham perseroan itu, diposisikan sebagai saham free float. Di mana, berdasar dalil operator pasar modal, posisi tersebut tidak sesuai dengan peraturan I-A atas definisi free float. Merespons itu, manajemen MNC Kapital bersikukuh pada pendirian kalau kedua investor tersebut bukan berposisi sebagai pengendali perseroan.
Sejak 31 Desember 2025, perseroan memahami Jalan Pantai Limited dan UOB Kay Hian (Hong Kong) bukan pengendali perseroan, dan juga bukan merupakan pihak terafiliasi dengan pengendali perseroan. ”Itu menjadi latar, dan pertimbangan perseroan memasukkan Jalan Pantai Limited dan UOB Kay Hian (Hong Kong) ke dalam pemegang saham free float,” tegas Mashudi Hamka, Direktur Utama MNC Kapital.
Di samping itu, juga tidak memasukkan dalam struktur kepemilikan saham perseroan, HT Investment Development sebagai pemegang saham pengendali maupun pihak yang menjalankan pengendalian terhadap perseroan. Oleh karena itu, perseroan tidak mengklasifikasikan HT Investment Development sebagai pihak pengendali, afiliasi pengendali dan/atau afiliasi pemilik manfaat dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE) perseroan.
Dengan demikian, jumlah saham free float perseroan sebanyak 15,36 miliar lembar setara dengan 36,06 persen. Sedangkan jumlah saham tercatat di bursa efek indonesia per akhir bbulan 42,61 miliar eksemplar. Pemilik manfaat dari MNC Kapital Indonesia yaitu Hary Tanoesoedibjo. (*)
Related News
Kebut Right Issue, Andry Hakim Serok 2 Juta Saham CBRE
Surplus 29,61 Persen, Laba SCMA Tembus Rp771 Miliar
Sepanjang 2025, Laba Grup Astra (HEAL) Anjlok 19,85 Persen
Kinerja DGWG Positif Seiring Penguatan Kedaulatan Pangan dan EnergiĀ
INCO Tarik Fasilitas USD500 Juta, Telisik Alokasinya
Rugi Menipis, 2025 WSBP Boncos Rp537,37 Miliar





