BEI Sorot Private Placement, BULL Berdalih Begini
:
0
Armada Buana Listya Tama tengah bersandar sebelum membelah lautan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Buana Listya Tama (BULL) bakal menggeber private placement Rp190,15 miliar alias USD11,6 juta. Itu dengan melepas maksimal 1,4 miliar saham baru bernominal Rp100. Pengeluaran saham baru itu, dibalut harga pelaksanaan Rp135 per helai.
Dana hasil private placement untuk pengembangan armada kapal dan modal kerja, baik untuk perseroan maupun entitas anak. Seluruh saham baru itu akan diserap Fortune Street Limited, Hong Kong. Lalu, bagaimana perseroan memastikan perolehan dana private placement efektif menuntaskan isu-isu berujung opini wajar dengan pengeculian (WDP) pada laporan keuangan tahunan 2024?
Perseroan menyebut private placement diharap dapat memperbaiki salah satu basis opini WDP yaitu pelanggaran covenant rasio keuangan yaitu current ratio. Kendati begitu, perseroan perlu dana alokasi dana khusus dari private placement untuk menuntaskan masala pada basis opini WDP. Itu mengingat masalah tidak terpenuhinya rasio keuangan current rasio bersifat transaksional, dan tidak bersifat fundamental.
Sedangkan untuk masalah rekonsiliasi penyelesaian pinjaman dengan 5 kreditur lembaga keuangan non-bank tidak terkait dengan transaksi private placement. Perseroan lebih memprioritaskan pengembangan armada di tengah risiko likuiditas itu, mengingat usaha penyewaan kapal tanker merupakan jenis usaha yang padat modal.
Di mana, dalam setiap penambahan armada kapal, manajemen berusaha untuk menyeimbangkan, dan memperkuat modal kerja dengan menambah likuiditas dari pinjaman modal kerja bank atau penambahan modal apabila memungkinkan. Di samping itu, manajemen juga mengupayakan agar dalam pendanaan kapal dapat memperoleh rasio loan to value lebih tinggi.
Itu penting agar dalam setiap penambahan armada kapal tidak banyak menurunkan posisi likuiditas perseroan di samping mempergunakan jenis pendanaan sewa guna usaha jangka panjang apabila memungkinkan. (*)
Related News
CMRY Kucur Dividen Interim Rp100 per Saham, Cairnya Kapan?
Gelar RUPSLB, MBSS Sahkan Pengendali Baru, dan Ganti Pengurus
Emiten Raffi Ahmad (VISI) Mau Caplok Hasna Medika Cirebon, Benarkah?
Medio 2026, CBUT Raup Laba Melambbung 302 Persen
Dua Bisnis Utama Emiten Raffi-Nagita Ini Penyebab Pendapatan Anjlok
Morgan Stanley Borong GOTO Harga Rp23 per Saham, Kepemilikan Jadi 5,1%





