Belum Efektif Rp1, Emiten Grup MNC Berguguran
:
0
Gedung MNC Group berdiri tegak di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. FOTO - Dok MNC Group
EmitenNews.com - Saham-saham Group MNC mulai berjatuhan. Jelang tutup perdagangan saham sesi I, sejumlah emiten asuhan Hary Tanoesoedibjo tersebut berkubang di zona merah. Hanya beberapa emiten yang tidak berayun alias stagnan.
MNC Asia Holding (BHIT) terkoreksi 4 persen atau 1 poin menjadi Rp24. Lalu, Global Mediacom (BMTR) susut 14,68 persen alias 16 poin menjadi Rp93. Kemudian, Media Nusantara Citra (MNCN) ambrol 14,55 persen setara 24 poin ke level Rp141.
Berikutnya, MNC Digital (MSIN) melorot 11,57 persen selevel 28 poin menjadi Rp214 per helai. Menyusul kemudian, dan MNC Tourism (KPIG) anjlok 9,09 persen atau 5 poin menjadi Rp50. Sementara itu, saham MNC Vision (IPTV) stagnan di k?saran Rp28, Bank MNC (BABP) Rp50 stagnan, dan MNC Financial Service (BCAP) terpaku di posisi Rp50.
Artinya, 5 dari 8 emiten besutan Hary Tanoe itu, rawan terdampak penghapusan batas bawah Rp50 menjadi Rp1. Yaitu, MNC Asia Holdings (BHIT) Rp24, MNC Vision (IPTV) Rp29, Bank MNC (BABP) Rp50, MNC Kapital (BCAP) Rp50, dan MNC Tourism (KPGI) Rp50.
Sekadar informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan batas harga terendah menjadi Rp1 dari skema awal Rp50 per helai. Keputusan itu, akan berlaku efektif pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Selain itu, operator pasar saham nusantara tersebut juga menetapkan aturan baru batasan Auto Rejection untuk efek bersifat ekuitas, dan dana investasi infrastruktur (Dinfra) di pasar reguler dan tunai.
Perubahan itu, diatur dalam dua SK Direksi BEI yaitu SK nomor Kep-00136/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, dan SK Direksi BEI Nomor Kep-000137/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-O tentang Perdagangan Unit Penyertaan Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di Bursa.
Menyusul keputusan itu, akan berdampak pada sejumlah saham selama ini terpaku di harga gocap. Setidaknya, 94 emiten beredar di kisaran Rp1-50. Itu terdiri dari 48 emiten dengan harga di bawah Rp50, dan 46 emiten di level Rp50. Sejumlah saham konglo menghuni dan mengorbit di kisaran Rp1-50.
Perlu diingat, koreksi saham MNC Group seiring dengan pelemahan Indeks harga Saham Gabungan (IHSG). Ya, IHSG sejak awal perdagangan menyusuri zona merah. Kini, IHSG beredar di level 6.318 setelah terpangkas 45 poin atau 0,88 persen. (*)
Related News
BYAN Bebas Force Majeure, Kuota Bertambah, dan Saham Justru Menukik
Kontras, Dua Saham Naik Tak Wajar Kena Stempel UMA BEI
BYAN Cabut Status Force Majeure, 3 Anak Usaha Bisa Beroperasi Lagi
PMUI Beli Saham Perusahaan Dealer Vinfast di Bandung, Porsinya Segini
Jadi Sorotan Bursa, BIPP Besok Buru Izin Private Placement
Serentak! WIFI Hadirkan Full Coverage 5G IRA 10 Kota Pulau Jawa





