Berbalik Boncos, Defisit GIAA 2024 Tembus USD3,5 Miliar

Sejumlah petugas tengah memasukkan logistik ke lambung pesawat Garuda Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Garuda Indonesia (GIAA) menyudahi 2024 dengan koleksi rugi USD72,7 juta. Drop 129 persen dari periode sama tahun sebelumnya meraih laba USD250,04 juta. Oleh sebab itu, rugi per saham dasar dan dilusian menjadi USD0,00079 dari sebelumnya surplus USD0,00273.
Total pendapatan usaha USD3,41 miliar, melejit 16,38 persen dari edisi sama tahun sebelumnya USD2,93 miliar. Itu meliputi pendapatan penerbangan terjadwal USD2,74 miliar, naik dari USD2,37 miliar. Penerbangan tidak terjadwal USD333,75 juta, surplus dari USD288,03 juta. Lainnya USD340,36 juta, naik dari USD270,58 juta.
Jumlah beban usaha USD3,1 miliar, bengkak dari USD2,62 miliar. Itu terdiri dari beban operasional penerbangan USD1,66 miliar, bengkak dari USD1,52 miliar. Beban pemeliharaan dan perbaikan USD536,95 juta, bengkak dari USD386,6 juta. Beban kebandaraan USD252,27 juta, bengkak dari USD202,5 juta.
Beban umum dan administrasi USD212,22 juta, naik dari USD176,82 juta. Beban pelayanan penumpang USD221,63 juta, bengkak dari USD163,48 juta. Beban tiket, penjualan, dan promosi USD179,3 juta, bengkak dari USD139,7 juta. Beban operasional hotel USD20,14 juta, naik tipis dari USD20,1 juta.
Beban operasional transportasi USD12,42 juta, bengkak dari USD11,4 juta. Beban operasional jaringan USD5,03 juta, bengkak dari USD4,32 juta. Untung selisih kurs USD18,04 juta, meroket dari tekor USD20,85 juta. Bagian atas hasil bersih entitas asosiasi USD7,37 juta, naik dari USD3,69 juta.
Pendapatan keuangan USD9,2 juta, naik dari USD6,06 juta. Beban keuangan USD479,89 juta, naik dari USD456,78 juta. Pendapatan lain-lain USD55,18 juta, anjlok dari USD344,79 juta. Manfaat pajak USD11,68 juta, susut dari USD17,4 juta. Rugi tahun berjalan USD69,77 juta, longsor dari untung USD251,99 juta.
Total ekuitas minus USD1,35 miliar, bengkak dari USD1,28 miliar. Defisit USD3,5 miliar, naik dari USD3,43 miliar. Total liabilitas USD7,97 miliar, susut dari akhir 2023 senilai USD8,01 miliar. Jumlah aset USD6,61 miliar, turun dari akhir tahun sebelumnya senilai USD6,72 miliar. (*)
Related News

Transaksi Tanpa Hambatan, BRI Pastikan Keandalan Super Apps BRImo

Hadapi Tantangan 2024, SIG Konsisten Bangun Bisnis Berkelanjutan

Mudik Tenang! 1 Juta AgenBRILink Siap Permudah Transaksi

Pengendali NICL Borong 4,2 Juta Saham Harga Atas

Bank MEGA Bagi Dividen Rp1,05T, Meski Laba 2024 Drop!

Pefindo Revisi Peringkat TBS Energi (TOBA), Ini Alasannya