EmitenNews.com - Pendiri Blue Origin miliarder Jeff Bezos memberikan sinyal kuat bahwa perusahaan antariksanya akan menyusul langkah pesaingnya, SpaceX milik Elon Musk untuk melakukan penawaran umum perdana atau IPO.

Sinyal pencatatan saham di bursa efek tersebut disampaikan Bezos pada Rabu (7/10) dalam acara "Special Report with Bret Baier" di Fox News Channel. Langkah ini menyusul keputusan SpaceX yang sudah lebih dulu menggelar IPO pada Juni lalu, serta keberhasilan Blue Origin mengumpulkan pendanaan eksternal pertamanya sebesar USD10 miliar dengan valuasi mencapai USD140 miliar.

"Saya pikir, suatu hari nanti, Blue Origin akan melakukan IPO... Itu akan terjadi beberapa tahun lagi. Tetapi mungkin masuk akal bagi Blue Origin untuk menjadi perusahaan publik pada suatu saat nanti," kata Jeff Bezos.

Pernyataan ini menandai perubahan arah strategis bagi Blue Origin yang sejak berdiri pada tahun 2000 bergantung pada pendanaan mandiri. Bezos mengungkapkan dirinya telah mengucurkan dana pribadi hingga USD28 miliar untuk mendanai pengembangan roket, pesawat ruang angkasa, dan berbagai program eksplorasi lainnya.

Rencana IPO Blue Origin bakal memberikan akses langsung bagi investor global untuk berinvestasi pada dua raksasa utama industri antariksa komersial yang selama ini didominasi oleh SpaceX. Saat ini, Blue Origin juga telah mengantongi kontrak miliaran dolar dari NASA dan Angkatan Luar Angkasa AS untuk proyek Artemis.

Selain rencana aksi korporasi, Bezos mengonfirmasi jadwal penerbangan ulang roket New Glenn pada akhir tahun, setelah sempat dihentikan sejak Mei akibat insiden ledakan saat uji coba.

"Pada bulan Desember tahun ini, kita akan menerbangkan kendaraan itu lagi," ujar Bezos.

Sinyal IPO raksasa antariksa ini mencuri perhatian pelaku pasar global dan investor Indonesia, seiring makin terbukanya peluang investasi portofolio pada sektor teknologi luar angkasa dan satelit komunikasi komersial.(*)