EmitenNews.com - Bank Permata (BNLI) sepanjang kuartal pertama 2026 mentabulasi laba bersih Rp920,1 miliar. Melonjak 16,62 persen dari periode sama tahun sebelumnya dengan koleksi laba Rp788,97 miliar. Oleh sebab itu, laba bersih per saham dasar dan dilusian ikut terkerek menjadi Rp25 dari sebelumnya Rp22. 

Pendapatan bunga Rp3,38 triliun, turun dari Rp3,67 triliun. Beban bunga Rp1,27 triliun, susut dari Rp1,44 triliun. Pendapatan syariah Rp489,09 miliar, turun dari Rp588,64 miliar. Beban syariah Rp182,04 miliar, menciut dari Rp283,19 miliar. Total pendapatan bunga dan syariah Rp2,42 triliun, turun dari Rp2,53 triliun. 

Pendapatan provisi dan komisi Rp390,94 miliar, naik dari Rp376,65 miliar. Pendapatan transaksi perdagangan Rp41,71 miliar, anjlok dari Rp94,15 miliar. Keuntungan penjualan efek-efek untuk tujuan investasi Rp180,98 miliar, melonjak dari Rp56,64 miliar. Total pendapatan operasional Rp3,09 triliun, susut dari Rp3,1 triliun. 

Kerugian penurunan nilai aset keuangan Rp373,79 miliar, susut dari Rp621,51 miliar. Beban umum dan administrasi Rp450,48 miliar, susut dari Rp453,23 miliar. Gaji dan tunjangan pengurus dan karyawan Rp838,29 miliar, bengkak dari Rp784,12 miliar. Jumlah beban operasional Rp1,9 triliun, berkurang dari Rp2,08 triliun.

Jumlah ekuitas terkumpul Rp46,08 triliun, meningkat dari akhir tahun lalu senilai Rp45,84 triliun. Total liabilitas Rp216,26 triliun, menciut dari akhir tahun sebelumnya Rp222,49 triliun. Jumlah aset Rp262,35 triliun, mengalami koreksi dari akhir 2025 sebesar Rp268,34 triliun. (*)