Bos Besar Rajin Borong Saham NICL, Ada Manuver Apa?
:
0
Manajemen NICL ketika mencatatkan sahamnya di BEI
EmitenNews.com - PT PAM Mineral Tbk (NICL) menyampaikan bahwa Christopher Sumasto Tjia salah satu pemegang saham pengendali telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 16 April 2025.
Febria Alfinda Nasution Corporate Secretary dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (17/4) menyebutkan bahwa Christopher Sumasto membeli saham NICL sebanyak 2.100.000 lembar saham diharga Rp346 per saham.
Sebelumnya Christopher Sumasto Tjia pernah membeli saham NICL sebanyak 6.200.700 lembar saham diharga Rp349 per saham pada tanggal 15 April 2025.
Sebelumnya lagi Christopher Sumasto pernah membeli saham NICL sebanyak 2.000.000 lembar saham diharga Rp302 per saham pada tanggal 11 April 2025.
Sebelumnya lagi Christopher Sumasto Tjia pernah membeli saham NICL sebanyak 2.000.000 lembar saham diharga yang lebih rendah yaitu Rp302 per saham, transaksi ini dilakukan pada tanggal 27 Maret 2025
Sebelumnya lagi Christopher Sumasto membeli 4,2 juta lembar atau setara 0,039% saham NICL pada harga Rp302 per lembar.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
Pasca taransaksi ini maka kepemilikan saham Christopher Sumasto di NICL bertambah menjadi 17.700.700 lembar saham atau setara dengan 0,166%, dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 15.600.000 lembar saham atau setara dengan 0,147%.
Pada perdagangan hari ini (17/4) saham NICL berada di level Rp340 per lembar saham.
Sebagai informasi, Christopher Sumasto adalah pengendali dari PT PAM Metalindo dengan kepemilikan mayoritas sekitar 70% saham. Sementara, Pam Metalindo merupakan pemegang saham mayoritas NICL, dengan porsi kepemilikan 43,23% saham, per 30 September 2024.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





