EmitenNews.com - Dato Low Tuck Kwong dan Elaine Low kembali mengalihkan  666.666.700 saham Bayan Resources (BYAN). Saham sebanyak itu, dilepas dengan harga Rp2.588 per saham. Transaksi divestasi tersebut telah ditahbiskan pada 15 Oktober 2026.

Menyusul skema harga itu, bos Bayan dan putrinya mengemas dana senilai Rp1,72 triliun. Kalau dirinci, Dato Low mengalihkan 650 juta helai sejumlah Rp1,68 triliun. Lalu, Elaine Low melego 16,66 juta eksemplar senilai Rp43,13 miliar. Dengan demikian, koleksi saham kedunya menciut.

Saham BYAN dalam pangkuan Dato Low tersisa 2,76 miliar eksemplar setara dengan 8,30 persen. Susut 1,95 persen dari sebelumnya 3,41 miliar helai alias 10,25 persen. Tabungan saham Elaine tersisa 7,33 miliar lembar atau 22 persen, turun dari sebelumnya 7,35 miliar lembar atau 22,05 persen.

Jejak Transaksi

Menilik harga jual, Dato Low dan Elaine sepertinya kembali mengalihkan saham kepada Andi Syamsuddin Arsyad alias H Isam. Maklum, pada 7 Oktober 2026 lalu, H Isam menyerap 30,25 persen saham BYAN. Itu dengan menjala 10,08 miliar saham BYAN dengan harga Rp2.588 per helai. Transaksi akuisisi Rp26,09 triliun itu, telah dipatenkan pada 7 Oktober 2026.

H Isam mengambilalih saham BYAN melalui anak usaha yaitu Jhonlin Baratama. Di mana, sebanyak 10,06 miliar saham BYAN senilai Rp26,05 triliun diangkut dari Dato Low. Dan, 16,66 juta saham setara Rp43,13 miliar dari Elaine Low, putri tersayang Dato Low Tuck Kwong. Artinya, H Isam mengambil 30,2 persen saham BYAN dari kantong investasi Dato’ Low, dan mengemas 0,05 persen saham BYAN dari Elaine Low.

Dengan penuntasan transaksi itu, koleksi saham BYAN dalam genggaman Dato Low tersisa 3,31 miliar helai setara 9,95 persen, dan Elaine Low sebesar 7,35 miliar lembar atau 22,05 persen. Sehari sebelum transaksi itu tuntas, tepatnya pada 6 Oktober 2026, Dato Low memindahkan 33,33 juta saham BYAN dengan harga Rp11.025 per helai. Transaksi dengan tujuan divestasi itu bernilai Rp367,5 miliar. Dan, rupanya pelucutan saham sebanyak itu, ditampung penuh oleh Elaine Low.

”Penuntasan transaksi itu tidak berdampak menaterial negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan. Pastinya, transaksi tidak mengubah pengendalian perseroan,” tegas Jenny Quantero, Direktur Bayan Resources.

Sumber Dana Akuisisi

Kalau ditelisik lebih saksama, pengambilalihan saham BYAN dari Dato Low dan Elaine Low oleh H Isam bernilai sangat murah. Diskon brutal. Tepatnya, H Isam mendapat kortingan 10.012 poin alias 79,46 persen. Itu dengan mengacu penutupan perdagangan saham BYAN edisi 7 Oktober 2026 di kisaran Rp12.600 per lembar.