EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik untuk memanfaatkan data statistik nasional dalam meningkatkan ketepatan sasaran pembiayaan perumahan guna mendukung Program 3 Juta Rumah di Jakarta, Rabu (8/7).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu bersama Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti. Kerja sama yang berlaku selama lima tahun ini menjadi payung kedua institusi dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan berbasis data, termasuk Data By Name By Address.

Bagi investor, kerja sama ini memberikan sentimen positif karena penggunaan data yang akurat berpotensi menekan risiko kredit macet dan memperluas pasar pembiayaan secara terukur. Sektor perumahan sendiri merupakan motor penggerak ekonomi yang memiliki efek berganda terhadap lebih dari 185 subsektor ekonomi. Saat ini, Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan rumah sekitar 9,9 juta unit, dengan kebutuhan rumah baru mencapai 700 ribu hingga 800 ribu unit per tahun.

"Kita memiliki satu kebutuhan yang cukup besar, yaitu data. Kalau kita bisa memiliki data yang lebih baik mengenai siapa masyarakat yang belum memiliki rumah, bagaimana tingkat penghasilannya, bagaimana demografinya, itu yang kita butuhkan," ujar Nixon.

Melalui kerja sama ini, BTN akan memanfaatkan data statistik dan BNBA untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai karakteristik sosial ekonomi hingga kemampuan beli masyarakat di berbagai wilayah. Pemanfaatan data ini juga akan diperkuat oleh hasil Sensus Ekonomi 2026 yang mampu mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Informasi ini akan menjadi referensi penting bagi BTN dalam memperkuat strategi pembiayaan dan mengembangkan layanan yang lebih relevan.

Selain pemanfaatan data, sinergi ini mencakup dukungan pelaksanaan sensus, pengembangan kapasitas SDM di bidang data science, serta penyediaan fasilitas perbankan BTN untuk pegawai BPS. Fasilitas tersebut meliputi pengelolaan dana, transaksi, payroll, hingga pembiayaan perumahan subsidi maupun nonsubsidi.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti berharap MoU ini memperkuat sinergi kedua institusi dalam pemanfaatan data dan peningkatan kesejahteraan pegawai melalui akses layanan perbankan BTN. Amalia juga mengapresiasi BTN yang telah mendukung Sensus Ekonomi 2026 di seluruh kantor cabangnya. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan menyusun Perjanjian Kerja Sama untuk mengatur implementasi teknis pemetaan kebutuhan perumahan tersebut.(*)