EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup menguat signifikan. Itu ditopang rebound saham produsen chip setelah presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan serangan terhadap Iran. Awalnya, agresi militer tersebbut akan dilakukan pada Kamis malam waktu setempat.

Sebaliknya, AS menyatakan segera menandatangani kesepakatan damai dengan Iran. Dalam pertemuan dengan wartawan di gedung oval, Trump mengatakan AS telah sepakat dengan Iran kalau negara tersebut tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Trump mengaku akan segera meneken kesepakatan tersebut.

Seiring harapan segera tercapai kesepakatan damai, harga minyak jenis WTI susut 2,58 persen menjadi USD87,71, dan Brent terkoreksi 2,92 persen menjadi USD90,38 per barel. Penguatan indeks bursa Wall Street seiring kesepakatan damai dengan Iran, dan lonjakan harga mayoritas komoditas diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

Aksi jual masif investor asing, depresiasi rupiah, dan rencana aksi massa diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 12 Juni 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 5.780-5.675, dan resistance 5.995-6.100.

Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Telkom Indonesia (TLKM), Indosat Ooredoo (ISAT), XLSmart Telecom (EXCL), Unilever Indonesia (UNVR), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Central Asia (BBCA). (*)