EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mix cenderung menguat. Itu menilik potensi bursa regional juga menguat. Di mana, para investor telah mengantisipasi rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), meski inflasi, dan pelemahan ekonomi masih membayangi Indeks.
”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.850, dan resisten 6.935,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Jumat (14/10).
Secara teknikal, Indeks kembali melemah, dan berpotensi menguji support. Indikator stochastic, MACD, dan volume belum menunjukkan tanda reversal. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain TECH, ESSA, HMSP, BIPI, SICO, PNIN, dan BDMN.
Indeks pada perdagangan kemarin, minus 0,41 persen menjadi 6.881. Beberapa sektor mengalami koreksi antara lain infrastructure turun 0,95 persen, technology minus 0,87 persen, dan financials tereduksi 0,67 persen. Investor asing membukukan net sell pasar regular Rp316,99 miliar dengan saham paling banyak dijual BBRI, BBCA, dan TLKM.
Sementara itu, tiga indeks utama bursa saham AS Wall Street ditutup menguat. Itu terjadi di tengah rilis inflasi AS belum terkendali, dan inflasi di atas konsensus pasar. Selain itu, investor akan menunggu rilis laporan keuangan perbankan besar pada kuartal tiga pekan ini.
Pagi ini, bursa Asia menyusuri zona hijau. Indeks Nikkei 225 mengaut 2,75 persen, dan Kospi menanjak 1,76 persen. Pagi ini, Korea Selatan merilis unemployment rate mengalami kenaikan 2,8 persen, dan para investor masih akan menunggu data inflasi China rilis pagi ini. (*)
Related News
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I
Prabowo Sebut Keuntungan BUMN Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
Menyambut HUT ke-81 RI, IHSG Jumat Dibuka Terkoreksi 0,18 Persen
IHSG Tertekan 1,13 Persen, MNC Sekuritas Ungkap Dua Skenario
Di Tengah Sentimen MSCI, Kiwoom Masih Bidik IHSG ke 7.000





