CANI Buka Suara Soal Suspensi Saham, Bakal Lakukan Ini
:
0
Ilustrasi, Armada kapal PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI). Foto: CANI
EmitenNews.com - PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) menargetkan akhir tahun 2026 untuk mencapai perbaikan ekuitas menjadi positif. Pasalnya, imbas ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhir, saham CANI masih digembok oleh bursa atau terkena suspensi.
Direktur CANI, Yanuar C. Wijaya, mengungkapkan bahwa perseroan telah menyampaikan peta jalan pemulihan berupa restrukturisasi neraca, menstabilkan operasional dan mengembalikan kinerja Perseroan kepada profitabilitas.
Karena itu, menurut Yanuar suspensi saham bisa dicabut itu sangat tergantung dalam proses rencana aksi korporasi yang sedang dilakukan Perseroan saat ini, yaitu rencana untuk mengkonversikan saldo utang menjadi ekuitas.
“Target Perseroan adalah pada akhir tahun ini itu sudah selesai sehingga tahun depan ekuitas Perseroan sudah menjadi positif,” kata Yanuar melalui keterbukaan informasi, Senin (12/10).
Adapun jumlah nilai utang yang akan dikonversikan menjadi ekuitas sekitar USD36,6 juta, atau setara dengan Rp654 miliar.
“Yang Perseroan pilih ini adalah utang-utang kepada pihak yang berelasi, dengan demikian Perseroan dapat segera meminta persetujuan kepada pihak yang berelasi ini untuk pengkonversian menjadi ekuitas,” tuturnya.
Langkah-langkah yang ditempuh perseroan pun tengah menempuh proses konsultasi dengan pihak OJK untuk aksi korporasi yang saat ini dilakukan.
"Dan untuk uraian hal terperincinya akan Perseroan sampaikan dalam bentuk keterbukaan informasi kepada publik sesuai aturan yang berlaku di pasar modal," tutup Yanuar.
Terakhir diperdagangkan, saham CANI bertengger di posisi 135.
Related News
Emiten Pasir Silika Sandiaga Uno (MITI) Ungkap Eksplorasi di Q3 2026
Kinerja ANTM Lampaui Proyeksi, Prospek Saham Menjanjikan
GEMS Ungkap Aktivitas Eksplorasi Rp6,5M, Tuntaskan 46 Titik
Serius ke Bisnis Tambang, BIKE Caplok Lagi 1 Perusahaan, Sahamnya ARA!
DSSA Kebut Aktivitas Eskplorasi, Gelontor Hingga Rp10,4 Miliar di 2026
Empat Saham Divonis UMA: 1 dari 2 Jatuh ARB, 1 Flat, 1 Menguat di FCA





