EmitenNews.com - Bank of Singapore memintal saham Cemindo Gemilang (CMNT). Itu dilakukan dengan menggulung 1,8 miliar saham emiten semen berbasis di Banten tersebut. Transaksi akumulasi telah ditahbiskan pada 19 Oktober 2026.

Saham setara 10,51 persen tersebut dikeruk dengan harga pelaksanaan Rp735 per helai. Menyusul skema harga tersebut, bank kebanggaan negeri Singa itu, dipaksa merogoh kocek senilai Rp1,32 triliun. Sebagai imbalannya, Bank of Singapore mengempit 1,8 miliar saham perseroan.

Transaksi dengan tujuan receive free of payment dengan pemilik langsung WH Investments Pte Ltd. Per 30 September 2026, WH Investments tercatat sebagai pengendali perseroan dengan kepemilikan saham 87,37 persen.

Jumlah saham free float 1,8 miliar lembar alias 10,55 persen. Jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID 986 pihak, berkurang 59 pihak dari sebelumnya 1.045 elemen. Pemilik manfaat akhir Martua Sitorus dengan kepemilikan 87,37 persen via WH Investments.

Sebelumnya, pada 14 Juli 2026, Bursa Efek Indonesia menetapkan saham CMNT Dalam daftar high shareholding concentration (HSC). Tersebab setidak 99,41 persen saham CMNT Dalam bentuk market, dan tanpa warkat dikuasai segelintir kelompok tertentu.

Penentuan HSC itu, berdasar metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham pada 30 Juni 2026. Meski begitu, cap HSC tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan, dan ketentuan yang berlaku di pasar modal. (*)