Capai Rp57,5 Triliun, Laju Pertumbuhan Laba BCA Makin Melambat
:
0
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong. FOTO-Tangkapan layar
EmitenNews.com - Bank Central Asia alias BCA membukukan laba bersih Rp57,5 triliun di sepanjang 2025. Angka itu naik 4,9% dari periode 2024 Rp54,84 triliun.
Menurut Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tumbuh 4,1% YoY, dan pendapatan selain bunga naik 16% YoY.
Secara total pendapatan operasional BCA naik 5,4%. Kemudian Rasio cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih BCA.
Meski begitu, secara historis laju pertumbuhan laba BCA justru makin melambat. Perlambatan ini sudah terjadi sejak 2023.
Saat itu, laba BCA hanya tumbuh 19,4% dari tahun 2022 yang bertumbuh 29,6%. Kemudian, pada 2024 laba BCA hanya tumbuh 12,7%. Berikut data nilai dan pertumbuhan laba BCA:
| Periode | Laba (dalam Triliun Rp) | % (yoy) |
| Tahun 2020 | 27,13 | -5% |
| Tahun 2021 | 31,42 | 15,80% |
| Tahun 2022 | 40,74 | 29,60% |
| Tahun 2023 | 48,64 | 19,40% |
| Tahun 2024 | 54,84 | 12,70% |
| Tahun 2025 | 57,5 | 4,90% |
Sebagai informasi, kinerja keuangan BCA pada 2025 sejalan dengan dengan pertumbuhan total kredit 7,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata, kata Hendra, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025.
Lebih rinci, penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1% YoY hingga Rp1.045 triliun.
Sementara itu, total DPK BCA tumbuh 10,2% YoY mencapai Rp1.249 triliun. Total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17% YoY mencapai 42 miliar. (*)
Related News
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?
PART Mau Gelar Rights Issue dan Buyback, Simak Rinciannya!
GOTO ARB Day-1 Dibanjiri 1 Miliar Lot Jual, Morgan Stanley Juga Jualan
Batas Harga Rp1 Belum Berlaku, Morgan Stanley Jual 450 Juta Saham GOTO
Rencana EPAC di 3 November Nanti, Minta Restu Rights Issue & Buyback





