Cari Pengendali, Bintraco Dharma (CARS) Rayu Sejumlah Investor Retail
:
0
EmitenNews.com - Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma (CARS) tengah memburu investor strategis. Itu penting untuk mengisi posisi sebagai pemegang saham pengendali (PSP). Maklum, hingga detik ini, perseroan mengarungi bisnis tanpa nahkoda PSP.
Sejatinya, perseroan telah berupaya meminta kesediaan beberapa pihak yang memiliki saham 5 persen atau lebih untuk menjadi pengendali, namun hingga saat ini belum ada pihak yang bersedia. Perseroan akan mencoba berkomunikasi kembali dengan para pemegang saham untuk mengetahui kesediaan menjadi pemegang saham pengendali.
Walau tidak dipungkiri terkendala komposisi pemegang saham perseroan didominasi investor retail. ”Sampai dengan saat ini belum ada pemegang saham yang bersedia atau menyatakan diri sebagai pengendali perseroan,” tulis Lina M. Ibrahim, Corporate Secretary Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma.
Pada 30 April 2017 silam, pemegang saham pengendali Bintraco Dharma saat IPO yaitu PT Ahabe Niaga Selaras (ANS) melalui kepemilikan saham 1.025.000.000 lembar alias 68,33 persen, dengan Sebastianus Harno Budi Direktur Utama, Simon Harto Budi Komisaris Utama, dan Jonathan Budi Komisaris.
Seiring penurunan kepemilikan saham ANS hingga tersisa 4,70 persen pada Desember 2021, ANS telah memberikan indikasi akan melepaskan pengendalian dari posisi manajemen. Pada 25 Maret 2023, Sebastianus Harno Budi mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama perseroan.
Menyusul pengunduran Sebastianus Harno Budi, perseroan berupaya meminta kesediaan beberapa pihak dengan kepemilikan saham 5 persen atau lebih untuk menjadi pengendali perseroan, namun hingga saat ini belum ada pihak bersedia menjadi pengendali perseroan.
Selanjutnya, pada RUPS Luar Biasa 24 Juni 2022, rapat menerima pengunduran diri Sebastianus Harno Budi sebagai direktur utama, dan memberhentikan dengan hormat Simon Harto Budi, dan Jonathan Budi masing-masing dari jabatan komisaris utama, dan komisaris. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





