CASH Right Issue Rp237,21 Miliar, Rasio 168:117
:
0
Sejumlah jasa layanan besutan Cashlez. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Cashlez Worldwide Indonesia (CASH) merancang right issue Rp237,21 miliar. Itu dengan melepas 996.676.699 helai alias 996,67 juta saham baru dengan harga Rp238. Pengeluaran saham anyar setara 41,05 persen dari modal ditemptakan itu, dipersenjatai dengan nilai nominal Rp12 per helai.
Right issue diluncurkan dengan rasio 168:117. Artinya, setiap pemegang 168 saham lama dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 17 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, berhak atas 117 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Di mana, setiap satu HMETD memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru.
Andri Wijono Sutiono (AWS) dan Hasim Sutiono (HS) pemegang saham utama perseroan memiliki 483.748.114 saham, dan 448.043.551 saham mewakili 33,80 persen, dan 31,31 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. AWS dan HS menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD 336.896.007 saham, dan 312.030.330 saham HMETD.
Seluruh saham milik AWS dengan porsi kepemilikan dalam right issue sebanyak 820.664.121 saham, dan 760.073.881 saham. Apabila setelah alokasi masih terdapat sisa HMETD tidak dilaksanakan, terhadap seluruh HMETD tersisa tersebut akan dilaksanakan/dibeli AWS, dan HS sebagai pembeli siaga.
Seluruh dana hasil right issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung struktur keuangan, dan ekspansi operasional dengan alokasi sebagai berikut. Sekitar 45,44 persen untuk pelunasan utang (Payment Loan) guna memperkuat posisi keuangan perseroan.
Sekitar 42,17 persen akan dialokasikan sebagai Modal Kerja alias Operational Expenditure (Opex) untuk mendukung kegiatan operasional bulanan perseroan. Sekitar 12,39 persen akan digunakan untuk Belanja Modal atau Capital Expenditure (Capex) untuk penguatan infrastruktur teknologi informasi, pengadaan perangkat kerja, dan renovasi fasilitas kantor.
Rencana tersebut, telah mengantongi restu dari para investor. Izin itu dapat dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 12 Maret 2026 lalu dengan suara bulat. Yaitu, 100 persen mewakili 1,01 miliar pemilik suara dengan persentase tingkat kuorum kehadiran 70,7 persen. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





