EmitenNews.com - Alexander Dippo Paris Y S tidak menyia-nyiakan peluang. Kala pasar kalang kabut, dan investor meninggalkan arena pasar, Alexander justru merangsek. Caranya, dengan menyerok 1,1 juta saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Transaksi akumulasi saham BBRI itu, telah dipatenkan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp2.700 per helai. Dengan skema harga itu, Direktur Commersial Banking BBRI tersebut cukup merogoh dana senilai Rp2,97 miliar.

Menyusul penuntasan transaksi itu, timbunan saham BBRI dalam genggaman Alex makin tebal. Tepatnya, menjadi 1,91 juta saham. Bertambah dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 815 ribu eksemplar. Alex memang tidak mendapat harga saham BBRI kala auto reject bawah (ARB) di level Rp2.640.

Namun, dengan rekam jejak BRI yang tidak pernah abesn membagi dividen, keputusan Alex menyerok saham BBRI sangat tepat. Bahkan, insting Alex tidak meleset kala pasar menghadapi situasi darurat. Di mana, investor pada cabut dari market untuk menyelamatkan diri.

Ya, sepanjang perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, saham BBRI mengalami ARB dengan terpangkas 14,84 persen setara 460 poin menjadi Rp2.640. Saham BBRI sempat rebound ke level Rp2.800, dan mencoba melawan arus. Namun, upaya itu gagal karena arus keluar investor lebih deras. (*)