Chandra Asri (TPIA) Tunjuk OCBC sebagai Advisory Bank
:
0
Gambar logo Chandra Asri (TPIA)
EmitenNews.com - Chandra Asri Group (TPIA) menunjuk OCBC sebagai advisory bank, dan Mandated Lead Arranger dan Bookrunner (MLAB). Itu untuk fasilitas pinjaman berjangka ragam mata uang setara USD600 juta. Pinjaman bejangka tujuh tahun, dan opsi perpanjangan tiga tahun.
Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor menyatakan, penunjukan OCBC sebagai bentuk penegasan kembali kekuatan finasial perseroan dan memposisikan keberhasilan berkelanjutan dalam lingkungan pasar terus berkembang.
Itu menunjukkan dukungan kuat terhadap strategi, tata kelola, dan kemampuan perusahaan memberi hasil melalui siklus ini. “Fasilitas itu, untuk keperluan korporasi secara umum guna kebutuhan modal kerja, mengingat pertumbuhan dan ekspansi terus berlanjut Chandra Asri Group,” ungkap Andre, Minggu (10/3/2024).
Penunjukan OCBC telah melalui proses evaluasi komprehensif, dan terpilih sebagai mitra pembiayaan pilihan Chandra Asri Group untuk memandu dan memimpin Perusahaan melalui kompleksitas pemenuhan kebutuhan pembiayaan melalui fasilitas terstruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Ia bilang, pembiayaan dengan ragam mata uang dan lintas wilayah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas posisi kompetitifnya ke level regional dan global, yang akan lebih memperkuat ketahanan keuangan dan kinerjanya.
Head of Global Wholesale Banking of OCBC, Tan Teck Long menyatakan, senang bekerja sama dengan Chandra Asri untuk meluncurkan fasilitas unggulan dengan beragam fitur ini untuk memenuhi kebutuhannya.
“Kami berharap, dapat memanfaatkan keahlian kolektif OCBC untuk mendorong inovasi, membuka peluang baru, dan memberikan nilai tambah jauh lebih besar lagi kepada pelanggan kami,” pungkas dia. (*)
Related News
Strategi IAS Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57 Persen
Emiten Laptop Jadwal Dividen 76 Persen Laba, Cum Date 28 Oktober
Laba Q3 AXIO Melesat 83 Persen, Investor Dapat Jatah Dividen Interim
HSBC Holdings Gulung Ratusan Juta Helai, Saham APEX Drop 41 Persen
Kaji Buyback, Saham BBTN Tinggalkan Zona Merah
Grup Sinarmas Gelontor Dividen Jumbo, Yield Tembus 16 Persen





