Cita Mineral (CITA) Bagi Dividen Rp218 Miliar, 38 Persen dari Laba 2021
:
0
EmitenNews.com - PT Cita Mineral Investindo (CITA) bakal membagi dividen total Rp217,8 miliar. Itu setara 38,4 persen dari laba bersih tahun lalu tercatat Rp568,3 miliar. Jadi, pemegang saham akan menerima guyuran dividen Rp55 per lembar.
”Pembagian dividen sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham yang selama ini telah mendukung kami,” tutur Yusak Lumba Pardede, Direktur Cita Mineral Investindo, Kamis (30/6).
Sepanjang kuartal pertama 2022, Cita Mineral membukukan penjualan bersih Rp1,2 triliun. Meningkat 24,6 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp964,6 miliar. Sementara laba tahun berjalan mengalami koreksi akibat kenaikan beban penjualan menjadi Rp127,7 miliar dibanding capaian periode sama tahun lalu Rp165,7 miliar.
Perseroan optimistis dapat meningkatkan pangsa pasar penjualan, dan profitabilitas, termasuk peningkatan kinerja tahun ini. Itu seiring penyelesaian fasilitas pemurnian WHW ditarget mulai produksi tahun ini. Dengan tambahan produksi hingga dua juta ton per tahun ditambah permintaan terhadap alumunium terus meningkat.
Sementara itu, Hidayat Sugiarto, Deputy Finance and Accounting Department Head WHW menegaskan, saat ini proses pembangunan fase II WHW sudah mencapai 100 persen. WHW sudah melakukan uji produksi pada fasilitas pembangunan fase II. ”Penyelesaian pembangunan fase II WHW akan memperkuat pondasi Cita Mineral, dan WHW sebagai produsen bauksit, dan alumina di Indonesia,” imbuh Hidayat.
Sepanjang 2021, Cita Mineral berhasil menjual 8,41 juta DMT MGB. Di mana, sebanyak 86,73 persen atau sekitar 7,29 juta DMT penjualan ekspor, dan sisa sebanyak 1,12 juta DMT dijual di dalam negeri. Jumlah volume penjualan meningkat 5,79 persen dibanding edisi 2020. Peningkatan itu, berkontribusi terhadap kenaikan nilai penjualan 2021 sebanyak Rp233,71 miliar menjadi Rp4,58 triliun.
Cita Mineral memperoleh kuota ekspor bauksit olahan atau MGB sebesar 4,04 juta WMT pada Maret 2021, 4,3 juta WMT pada November 2021 untuk periode 2021-2022, dan 1,3 juta WMT kuota relaksasi untuk periode 2021. (*)
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





