Cooling Down Berakhir! Dua Ngacir Satunya Nyungsep
Ilustrasi orderbook saham.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM), dan PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) setelah ketiganya disuspensi selama sehari perdagangan sebelumnya.
Kepala Divisi Peraturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan tersebut merupakan langkah pengawasan atas meredam volatilitas harga.
“Keputusan tersebut mulai efektif diberlakukan pada Kamis, 27 November 2025,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sebelum disuspensi, ketiganya memang tengah memasuki fase reli agresif. NRCA dalam sepekan terakhir menguat 27,87% dan dalam sebulan melesat 105,26% dari posisi Rp760. Sepanjang triwulan, saham ini naik 89,09%, dan secara tahunan telah terbang 343,18% dari harga awal Januari Rp352 per saham.
Saham AYAM mencatat kenaikan sepekan sebesar 4,38%, sementara dalam sebulan naik 85,56% dari Rp180. Pada triwulan terakhir, AYAM melesat 97,63%, dan secara tahunan telah tumbuh 151,13% dari harga awal tahun Rp133 per saham.
Sementara itu, ARKO emiten grup Astra itu menjadi salah satu saham dengan laju paling agresif. Dalam sepekan, ARKO naik 79,09%, sedangkan dalam sebulan melonjak 187,59% dari Rp1.370. Sepanjang triwulan, ARKO tumbuh 182,44%, dan secara tahunan mencatat kenaikan 328,26% dari posisi awal tahun Rp920 per saham.
Pasccalepas dari suspensi, pada pembukaan perdagangan Kamis (27/11), ketiga saham langsung bergerak kontras. Dua saham langsung diserbu hingga melanjutkan reli penguatan, NRCA melonjak 15,38% atau 240 poin ke Rp1.800, sedangkan ARKO memimpin penguatan dengan naik 24,37% atau 960 poin ke Rp4.900. Sementara, AYAM justru terkoreksi tipis 3,59%, turun 12 poin ke Rp322.
Related News
Tak Perpanjang MTO, PIPA Fokus Godok Aksi Korporasi dan Tambah KBLI
Masuk Jalur FCA, TRIM Terus Buang Saham HILL
Kebut Kapasitas 3 GW, PGEO Bereskan Pemipaan Sumur Produksi Panas Bumi
Lagi, TPIA Klarifikasi Soal Ini
Bebas Suspensi, Kopkar Makmur Lego Ratusan Juta Saham WMPP
Drop 209 Persen, Grup Lippo (MLPL) Boncos Rp156,43 Miliar





