Damai Investama Pangkas Kepemilikan saat TRJA Fokus Pacu Ekspansi
:
0
PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) melayani angkutan karyawan untuk sektor pertambangan, migas, konstruksi, dan perkebunan di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sumatra, hingga Sulawesi
EmitenNews.com - PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) mencatat aksi divestasi lanjutan dari pemegang sahamnya, PT Damai Investama Sukses, di tengah rencana ekspansi Perseroan ke lini bisnis baru.
Manajemen TRJA mengungkapkan, Damai Investama telah menjual sebanyak 2.399.000 saham pada 21 April 2026 di kisaran harga Rp137–Rp141 per saham. “Tujuan dari transaksi adalah untuk divestasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/4/2026).
Pascatransaksi tersebut, kepemilikan Damai Investama menyusut dari 84,9 juta saham atau 5,62% menjadi 82,5 juta saham setara 5,46%. Sebelumnya, pada 16 April 2026, investor yang sama juga telah melepas 929,7 ribu saham di kisaran harga yang sama.
Ekspansi bisnis transportasi darat
Di tengah aksi jual tersebut, TRJA justru bersiap memperluas lini usaha dengan masuk ke sektor transportasi darat penumpang. Perseroan berencana menambah kegiatan usaha meliputi angkutan darat penumpang, angkutan bus tidak dalam trayek, serta layanan angkutan sewa.
Manajemen menyebutkan, rencana tersebut masih menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026. Menariknya, ekspansi ini tidak memerlukan tambahan modal karena berbasis jasa, sehingga tidak tergolong transaksi material sesuai POJK 17/2020.
Bidik wilayah Kaltim
Langkah ekspansi ini dinilai sejalan dengan potensi pasar yang besar. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,52% pada kuartal II-2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Selama ini, TRJA telah melayani angkutan karyawan untuk sektor pertambangan, migas, konstruksi, dan perkebunan di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sumatra, hingga Sulawesi. Namun, aktivitas tersebut belum sepenuhnya didukung perizinan yang sesuai.
Melalui penambahan kode KBLI baru, Perseroan ingin menyelaraskan aktivitas operasional dengan dasar hukum yang lebih kuat, sekaligus menangkap peluang lonjakan permintaan, terutama di wilayah Kalimantan Timur seiring pengembangan kawasan industri dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





