EmitenNews.com - Aliran dana asing mulai perlahan masuk ke pasar saham domestik. Setelah sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama beberapa pekan, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp287,4 miliar pada perdagangan Jumat (12/6/2026).

Di tengah momentum tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menjagokan tiga saham pilihan untuk dicermati investor, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi mengatakan kembalinya dana asing menjadi salah satu sentimen positif yang mewarnai penguatan IHSG pekan lalu. Namun, menurut dia, satu hari net buy belum cukup untuk memastikan investor asing akan kembali melakukan akumulasi secara konsisten.

"Menariknya, di akhir pekan kemarin juga asing sudah mulai kembali mencatatkan pembelian sebanyak Rp287,4 miliar, namun angka ini tentu tidak dapat atau tidak bisa mewakili apakah ke depan IHSG akan rebound atau asing akan mulai mencatatkan pembelian secara konsisten," ujar Imam dalam riset mingguan, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, IPOT melihat peluang pergerakan pasar masih terbuka. Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat apabila mampu menembus area resistance 6.286. Sebaliknya, indeks berisiko kembali melemah jika gagal mempertahankan momentum penguatan.

Dalam kondisi tersebut, IPOT merekomendasikan strategi buy on pullback untuk saham TPIA pada area Rp1.715–Rp1.790 dengan target harga Rp2.070. Saham ini dinilai menarik setelah aksi rebalancing kepemilikan oleh SCG Chemicals (SCGC) yang meningkatkan porsi saham publik atau free float perseroan.

Selain itu, IPOT merekomendasikan beli saham MNCN dengan target harga Rp230. Secara teknikal, saham emiten media milik Grup MNC tersebut dinilai mulai menunjukkan indikasi pembalikan arah setelah membentuk pola double bottom.

Sementara itu, saham MAPI direkomendasikan buy on breakout pada level Rp1.525 dengan target harga Rp1.645. Rekomendasi tersebut muncul setelah adanya perubahan pengendali melalui akuisisi 51 persen saham perseroan oleh Pacific Universal Investments Pte Ltd dengan nilai transaksi mencapai Rp11,8 triliun.

Pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup di level 6.007,66 atau melonjak 7,38 persen dalam sepekan. Kinerja tersebut menjadi salah satu penguatan mingguan terbesar tahun ini setelah sebelumnya indeks sempat tertekan hingga menyentuh level terendahnya pada awal Juni.