Dari Kisah Alwa hingga Data Berbicara, Investor Muda Kuasai Reksa Dana
:
0
Ilustrasi, pengguna aplikasi Bibit menampilkan portofolio reksa dana. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Alwa (25) masih ingat betul, kali pertama bersentuhan dengan dunia investasi. Mulanya, ia hanya melihat jumlah saldo investasi reksa dananya tumbuh 0,69 persen. Angka yang cukup optimis di tengah fluktuasi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang hampir bisa dikatakan terus terkoreksi sejak awal tahun 2026.
Meski belum menginjak setahun penuh, Alwa konsisten berinvestasi setiap bulannya. Nominalnya pun tidak besar, setara dengan empat kali beli kopi di kafe seharga Rp25 ribu per cup alias Rp100 ribu per bulannya.
Bagi Alwa, bukan masalah nominalnya, melainkan seberapa kuat ia mampu menguji komitmennya menyisihkan sebagian gaji untuk menyiapkan masa depannya. Setelah setahun, katanya, nominal tersebut bisa saja bertambah.
“Sebetulnya dulu sudah pernah coba reksa dana, sekitar tahun 2020-an, tapi hanya beberapa bulan, uangnya sudah Saya tarik lagi, sampai akhirnya tidak investasi lagi berbulan-bulan berikutnya, ini baru mulai lagi sekitar tujuh bulan lalu,” tutur Alwa mengingat perjalanan investasinya.
Medium investasi yang Alwa gunakan yaitu menggunakan aplikasi Bibit, salah satu agen penjual efek reksa dana (APERD) yang mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Platform fintech tersebut hanyalah satu dari sekian banyaknya APERD yang ada di Indonesia.
Fitur ‘robo’ di aplikasi Bibit menjadi salah satu daya tarik bagi Alwa untuk memulai langkah investasinya. Pengklasifikasian profil risiko investor yang diisi pada laman utama aplikasi, membantu dirinya memilih manajer investasi yang sesuai dengan level risikonya. Seperti konservatif, moderat, hingga agresif.
“Harapan Saya ke depan bisa menambah portofolio reksa dana, bukan hanya satu, tapi banyak dengan jumlah kategori yang beda-beda, kayak dana pensiun, dana sekolah, rumah, kuliah. Semoga bisa tercapai,” tuturnya.
Serupa dengan Alwa, dikutip dari Bareksa, Haikal Bekti Anggoro (27) juga salah satu investor reksa dana yang punya tujuan untuk membeli rumah. Hasilnya, ia sudah bisa membayar uang muka untuk rumah barunya di Jakarta Selatan.
Komitmen dan konsistensinya terlihat pada manajemen keuangannya yang diatur dengan cermat. Setelah menerima gaji, separuh dari uang tersebut, ia investasikan ke reksa dana dengan harapan semakin dekat dengan tujuan yang ditetapkan.
Dalam investasi, Haikal mengklasifikasikan dirinya sebagai tipe yang cenderung menghindari risiko. Karena itu, ia lebih banyak menaruh investasinya di produk reksa dana dengan risiko rendah, yaitu reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.
Related News
Ini yang Terjadi Pengemudi Gunakan Autopilot di Tol Tertidur
BYD Jadi Raja Baru di Inggris, Tesla dan Mobil Eropa KO
Gagal Total di EV Rugi Rp278 T, Honda Tunda Model Baru HR-V, Accord
Media China Nobatkan Indonesia jadi Negara Tujuan Wisata Utama
Perusahaan AC Mobil Langganan Toyota Buat SPKLU Nirkabel EV
Lihat Cara Keren Purbaya Bungkam Penyebar Isu Sakit dan Dirawatnya





