EmitenNews.com - Harga emas dunia dan harga emas batangan domestik kompak menguat pada Senin (5/10). Penguatan ini terjadi seiring para pelaku pasar mempertimbangkan rilis data penyerapan tenaga kerja Amerika Serikat yang melambat, sehingga meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve.

Harga emas spot di pasar global tercatat naik 0,3 persen menjadi USD4.153,66 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah pasar emas sempat mencatatkan penurunan mingguan sebesar 3,4 persen pada pekan sebelumnya.

Data non-farm payrolls AS mencatatkan penambahan 29.000 lapangan kerja pada September 2026, berada di bawah seluruh perkiraan survei ekonom. Berdasarkan laporan Bloomberg pada Senin (5/10), rilis data ketenagakerjaan yang melemah tersebut menekan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober 2026 turun drastis menjadi sekitar 20 persen, dari posisi 70 persen pada pekan lalu.

Penguatan harga logam mulia dunia juga diikuti oleh kenaikan komoditas lainnya. Harga perak naik 1,3 persen menjadi USD61,15 per ons, sementara harga platinum dan paladium turut mencatatkan kenaikan. Pergerakan pasar barang tambang ini juga dipengaruhi oleh dinamika harga minyak akibat meluasnya konflik militer di Timur Tengah.

Sejalan dengan penguatan pasar global, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di dalam negeri turut mengalami kenaikan.

Berdasarkan data harga yang dirilis di laman logammulia.com pada Senin (5/10), harga emas Antam naik Rp6.000 menjadi Rp2.580.000 per gram, dibandingkan posisi Minggu (4/10) sebesar Rp2.574.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga menguat Rp6.000 dari posisi Rp2.380.000 per gram menjadi Rp2.386.000 per gram.

Berikut rincian emas Antam hari ini:

Pecahan 1 gram Rp2.580.000
Pecahan 5 gram Rp12.675.000
Pecahan 10 gram Rp25.295.000
Pecahan 25 gram Rp63.112.000
Pecahan 50 gram Rp126.145.000
Pecahan 100 gram Rp252.212.000
Pecahan 250 gram Rp630.265.000
Pecahan 500 gram Rp1.260.320.000
Pecahan 1.000 gram Rp2.520.600.000