Dikuasai Anthoni Salim, Terjadi Transaksi Crossing Jumbo di Saham Indoritel Makmur (DNET)
:
0
EmitenNews.com -Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menrekan telah terjadi transaksi bernilai jumbo pada saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/12/2023). Terjadi transaksi tutup sendiri (crossing) saham DNET senilai Rp 1,16 triliun di pasar negosiasi BEI.
" Crossing saham DNET pada harga Rp 4.750 per saham senilai Rp 1,16 triliun," tulis D'Origin dalam ulasannya.
Sementara itu, di pasar reguler BEI, saham DNET diparkir di Rp 4.740 atau turun 0,21%. Volumenya 3,7 ribu saham, frekuensi 8 kali, dan nilai transaksi Rp 17,55 juta.
Per 30 November 2023, pemegang saham DNET terdiri dari Anthoni Salim 25,3% saham, PT Megah Eraraharja 20,13%, Hannawell Group Limited 39,35%.
Masyarakat dengan warkat memegang 0,02% saham, dan masyarakat nonwarkat 15,2% saham. Jumlah pemegang sahamnya 986 pemegang saham per akhir November. Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham DNET adalah Anthoni Salim.
Indoritel Makmur Internasional adalah perusahaan holding investasi. Perseroan mengembangkan investasi melalui kepemilikan pada entitas anak, yaitu PT Mega Akses Persada (FiberStar), yang berfokus pada pengembangan infrastruktur jaringan serat optik.
Di samping itu, perseroan juga mengembangkan investasi pada 3 entitas asosiasi, yaitu PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang bergerak di bidang usaha perdagangan eceran, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengembangkan bisnis restoran cepat saji dengan brand ternama Kentucky Fried Chicken (KFC), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) yang bergerak pada industri roti dengan brand Sari roti.
Related News
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I
Prabowo Sebut Keuntungan BUMN Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
Menyambut HUT ke-81 RI, IHSG Jumat Dibuka Terkoreksi 0,18 Persen
IHSG Tertekan 1,13 Persen, MNC Sekuritas Ungkap Dua Skenario
Di Tengah Sentimen MSCI, Kiwoom Masih Bidik IHSG ke 7.000





