Dilepas Pasca 29 Tahun Diasuh Kawan Lama, Ace Hardware Diadopsi MAPI
:
0
Foto Toko Baru ACE Hardware di Mall Sunter. Dok. Akun Instagram Denny Harijanto/@jalanbarengdkh
EmitenNews.com - Dinamika industri ritel perkakas di Indonesia mencatatkan babak baru ketika Kawan Lama Group (PT Ace Hardware Indonesia Tbk/ACES) menyudahi kemitraan lisensi selama hampir tiga dekade dengan Ace Hardware Corporation asal Amerika Serikat.
Langkah peralihan merek ACES menjadi AZKO pada 1 Januari 2025 yang kemudian disusul oleh pengambilalihan lisensi Ace Hardware oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bukan sekadar reposisi identitas visual atau penggantian papan nama toko. Keputusan strategis ini merefleksikan kalkulasi rasional kedua emiten dalam mengoptimalkan struktur biaya, memperkuat kendali rantai pasok, dan memanfaatkan ekuitas merek global di pasar domestik.
Berawal dari Koperasi, Bukan Korporasi
Untuk memahami dinamika peralihan ini, penting untuk mengetahui asal-usul bisnis Ace Hardware dari akar sejarahnya di Amerika Serikat. Berbeda dari mayoritas raksasa ritel global yang menggunakan struktur korporasi terpusat atau waralaba konvensional, Ace Hardware didirikan pada tahun 1924 di Chicago oleh sekelompok pemilik toko independen: Richard Hesse, E. Gunnard Lindquist, Frank Burke, Oscar Fisher, dan William Stauber—guna mengonsolidasikan daya beli grosir agar mampu bersaing dengan peritel skala besar.
Struktur ini kemudian diresmikan menjadi koperasi ritel (retailer-owned cooperative) pada tahun 1973 setelah pensiunnya Richard Hesse. Berdasarkan publikasi riset model bisnis koperasi ritel oleh NCBA CLUSA, struktur koperasi membuat Ace Hardware beroperasi untuk melayani kepentingan pemilik toko anggotanya melalui pembagian dividen transaksi dan efisiensi pengadaan massal, bukan penarikan royalti lisensi dari toko anggotanya di pasar domestik AS. Skala jaringan ini terbukti tumbuh pesat hingga melampaui penjualan grosir USD 1 miliar pada 1985 dan USD 5 miliar pada 2015.
Ekspansi Global dan Daya Tarik Waralaba
Dalam perjalanannya, Ace Hardware memperluas jangkauan ke pasar internasional yang dimulai dari Guam pada 1975. Guam adalah sebuah pulau di bagian barat Samudra Pasifik dan merupakan wilayah teritorial (daerah bagian) milik Amerika Serikat yang tidak tergabung secara penuh (unincorporated territory).
Kemudian, mereka membentuk divisi Ace International pada 1990 dan anak perusahaan waralaba internasional pada 2011. Di tingkat global, Ace Hardware mengoperasikan lebih dari 5.800 gerai di sekitar 60 negara, dengan lebih dari 580 gerai internasional di luar AS pada 2025.
Berbeda dengan anggota koperasi domestik AS, ekspansi pasar internasional Ace Hardware menerapkan skema lisensi waralaba (franchise master agreement). Dalam skema ini, prinsipal menawarkan hak penggunaan merek yang diakui secara global, akses jaringan distribusi ribuan produk, serta hak eksklusif atas lini produk private label prinsipal bagi pemegang lisensi di wilayah hukum tertentu.
Kalkulasi Logis Mengapa Grup Kawan Lama Memilih AZKO
Related News
Nihil di LQ45, 1 Emiten Prajogo Mejeng di MSCI Small Cap Index
Konstelasi Saham Konglomerat Indonesia Teranyar di MSCI Index
GOTO Dicoret Indeks Utama MSCI, Kenapa BEI Justru Pertahankan di LQ45?
Kocok Ulang Saham MSCI Indonesia: Dibuang 10, Sisa 44 Konstituen
Indeks Utama MSCI Saham Singapura vs Indonesia: Siapa Numpang Siapa?
Dibuang 3, Sisa 1 Anak Emas Prajogo di MSCI Global Standard Index





