Ditopang Negara Lewat Danantara, Fitch Pertahankan BBTN di AAA(idn)
:
0
Gedung Bank BTN. (Foto: Bank BTN)
EmitenNews.com - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (IDX:BBTN) pada level tertinggi AAA(idn) dengan prospek (outlook) stabil pada Senin (5/10).
Pada saat yang sama, Fitch turut mengonfirmasi peringkat utang tanpa jaminan senior bank pada level AAA(idn) serta Peringkat Jangka Pendek Nasional pada level F1+(idn).
Peringkat AAA(idn) menunjukkan ekspektasi risiko gagal bayar terendah relatif terhadap seluruh penerbit kewajiban lain di Indonesia.
Menurut Fitch, afirmasi peringkat tersebut didorong oleh tingginya kemungkinan pemberian dukungan luar biasa dari Pemerintah Indonesia jika diperlukan. "Penilaian ini ditopang oleh kepemilikan mayoritas negara atas BBTN sebesar 59 persen melalui PT Danantara Asset Management dan 1 persen melalui Badan Pengawas BUMN, serta posisi BBTN sebagai bank komersial terbesar kelima di Indonesia dengan penguasaan 3,8 persen aset industri per akhir Juni 2026."
Selain statusnya sebagai bank penting sistemik domestik (D-SIB), BBTN memegang peran kunci dalam memfasilitasi pembiayaan perumahan terjangkau sebagai prioritas nasional Program 3 Juta Rumah. BBTN terus mendominasi pasar KPR Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 38 persen, serta menguasai 81 persen pangsa pasar KPR bersubsidi per akhir Juni 2026.
Dari sisi kinerja mandiri, BBTN mencatatkan profil pendanaan dan likuiditas yang stabil berkat statusnya sebagai entitas milik negara, meskipun permodalan dan profitabilitasnya berada di bawah rata-rata pesaing.
Afirmasi peringkat tertinggi ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar modal dan pemegang saham emiten berkode BBTN di Bursa Efek Indonesia. Tingginya peringkat kredit BBTN menegaskan ketahanan fundamental perseroan dalam menyalurkan pembiayaan sektor perumahan nasional di tengah dinamika industri perbankan domestik.(*)
Related News
APEX Buru Restu Private Placement untuk Konversi Utang USD4,1 Juta
Dapat Restu OJK, AHAP Melaju Rights Issue 3,5 Miliar Saham Harga Rp50
NAYZ Akuisisi Bangkok Tellink, Bisnis Makanan Bayi Dilepas Bertahap
28 Tahun Bank Mandiri (BMRI), Hadir Berbagi Manfaat Untuk Masyarakat
IHSG Sesi I (5/10) Nyaris Sideways, Naik Tipis 0,03% ke 6.038
PSSI Tambah 6 Kapal Baru, Direktur Ungkap Tujuannya





