EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pada level idA+ dengan prospek (outlook) stabil pada Selasa (6/10).

Peringkat yang sama juga ditegaskan untuk instrumen utang berupa Obligasi Berkelanjutan III, Obligasi Berkelanjutan IV, dan Obligasi Berkelanjutan V yang diterbitkan oleh emiten tambang tersebut.

Berdasarkan laporan ikhtisar peringkat Pefindo di Jakarta, penegasan peringkat idA+ tersebut mencerminkan kegiatan usaha MDKA yang terintegrasi secara vertikal, diversifikasi bisnis yang terkelola dengan baik, serta ketersediaan cadangan dan sumber daya tambang yang memadai.

Kendati demikian, Pefindo mencatat bahwa penilaian peringkat perseroan dibatasi oleh kebijakan keuangan serta struktur permodalan yang berada di tingkat moderat. Selain itu, kinerja perseroan masih menghadapi eksposur dari fluktuasi harga komoditas global.

Pefindo menyatakan peringkat MDKA berpotensi dinaikkan jika perseroan berhasil merealisasikan proyek-proyek barunya dengan portofolio bisnis yang seimbang, seraya menurunkan tingkat utang secara konsisten pasca-investasi untuk mencapai pendapatan serta EBITDA yang lebih tinggi dari proyeksi.

Sebaliknya, Pefindo dapat menurunkan peringkat jika MDKA mencatatkan pendapatan atau margin keuntungan yang lebih rendah dari target akibat operasional proyek baru yang tidak maksimal, atau melakukan penambahan utang secara agresif untuk belanja modal. Penurunan signifikan pada harga komoditas utama seperti nikel, emas, dan tembaga juga dapat memicu penurunan peringkat.

Saat ini MDKA menjalankan bisnis pertambangan dan hilirisasi produk nikel. Operasional pertambangan emas perseroan berlokasi di Tujuh Bukit Banyuwangi dan Pani Gorontalo, pertambangan tembaga di Pulau Wetar Maluku, serta pertambangan nikel di Konawe Sulawesi Tenggara. Perseroan juga mengoperasikan proyek Acid Iron Metal (AIM), smelter RKEF, dan smelter nickel matte di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

Per 30 Juni 2026, struktur pemegang saham MDKA terdiri dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk sebesar 19,37 persen, PT Mitra Daya Mustika 11,88 persen, Garibaldi Thohir 7,46 persen, PT Suwarna Arta Mandiri 5,46 persen, serta publik dan saham treasuri sebesar 55,83 persen.(*)