Divestasi Arafura Molor, Pengendali PSAB Lepas 661,5 Juta Lembar
Proyek tambang Doup masih dalam tahap konstruksi, milik perseroan melalui anak usaha Arafura Surya Alam. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Jimmy Budiarto memangkas kepemilikan saham J Resources Asia Pasifik (PSAB). Itu ditunjukkan dengan melepas 661.500.000 helai alias 661,5 juta eksemplar. Transaksi senyap sang pengendali perseroan itu, telah ditahbiskan pada 23 Desember 2025.
Transaksi divestasi itu, dibantu oleh sejumlah sekuritas. Broker yang terlibat membidani transaksi tersebut terdiri dari Artha Sekuritas Indonesia, Ciptadana Sekuritas Asia, dan Shinhan Sekuritas Indonesia. Implikasi dari transaksi itu, koleksi saham Jimmy sedikit terdilusi.
Tepatnya, menjadi 23,81 miliar eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 90 persen. Mengalami penyusutan 2,5 persen dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 24,47 miliar saham. Kodeksi saham sebelum transaksi selevel dengan 92,50 persen.
Transaksi itu, kalau dikalkulasi dengan penutupan perdagangan saham perseroan edisi 23 Desember 2025 di level Rp575 per helai, Jimmy diduga bisa meraupa dana taktis sejumlah Rp380,36 miliar. Di sisi lain, perseroan memundurkan jadwal penjualan saham Arafura Surya Alam (ARA).
Penuntasan transaksi divestasi saham Arafura diundur sepanjang tiga bulan menjadi 23 Maret 2026 mendatang. Pengelola proyek tambang emas Doup Sulawesi Utara itu, sedianya akan dilepas kepada Danusa Tambang Nusantara (DTN) entitas anak usaha Grup Astra, United Tractors (UNTR).
Perseroan menguasai saham Arafura secara tidak langsung melalui J Resources Nusantara (JRN). Perjanjian jual beli bersyarat saham Arafuru dan proyek Doup telah diteken pada 12 September 2025 senilai USD540 juta alias Rp8,8 triliun. Batas akhir penyelesaian transaksi pada Selasa, 23 Desember 2025. (*)
Related News
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya
RMKE Tutup 2025 dengan Kinerja SolidÂ
Austindo (ANJT) Tunda Laporan Keuangan 2025, Audit Masih Berjalan





